Selain membangun 40 kandang, perseroan juga akan membangun satu tempat penetasan ayam di Magelang, Jawa Tengah dan berencana mengembangkan perkebunan jagung di Sulawesi Selatan.
"Untuk pembangunan 40 kandang ayam investasinya Rp 250 miliar, satu tempat penetasan ayam Rp 60 miliar dan perkebunan jagung Rp 100 miliar. Jadi totalnya sekitar Rp 410 miliar," kata Corporate Secretary SIPD, Elies Lestari Setiawan, di sela-sela acara buka puasa di Pasar Festival, Jl Rasuna Said, Jakarta, Kamis Malam (4/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sumber dana yang dibutuhkan untuk pembangunan 40 kandang dan satu tempat penetasan sebesar Rp 310 miliar berasal dari dana internal dan pinjaman bank.
Komposisinya, dana internal sekitar 30-35% atau sekitar Rp 93-108,5 miliar dan sisanya sebesar 65-70% atau Rp 201,5-217 miliar dari pinjaman bank.
"Kami sedang menjajaki pinjaman dari beberapa bank asing dan lokal. Harapannya awal triwulan IV 2008 sudah bisa cair," ujar Elies.
Jika pinjaman dari bank sudah diperoleh awal triwulan IV, perseroan menargetkan dapat membangun 10 kandang baru hingga akhir tahun sebagai tahap awal. Saat ini, perseroan sudah membebaskan lahan di kawasan Grabak, Magelang, Jawa Tengah.
Sedangkan untuk ekspansi ke perkebunan jagung akan diproses mulai Oktober 2008. Proyek tersebut, akan ditangani anak perusahan Sierad Produce, yakni PT Trans Pasifik Niagareksa (TPN).
"Bisnis ini kami kembangkan seiring dengan prospek bisnis bio fuel dari minyak jagung yang sedang berkembang," ujar Elies.
Kapasitas Produksi
Dengan penambahan 40 kandang ayam pedaging dan petelur, lanjutnya, perseroan menargetkan total kapasitas produksi dapat bertambah menjadi 2.550.000 ayam pedaging dan petelur per minggu.
Saat ini, total kapasitas produksi perseroan mencapai 2 juta ayam per minggu, terdiri dari 1,6 juta ayam pedaging dan 400.000 ayam petelur. Jika 40 kandang selesai dibangun dan beroperasi, diharapkan dapat menghasilkan tambahan produksi 430.000 ayam pedaging dan 120.000 ayam petelur per minggu.
"Ini kami lakukan untuk memenuhi permintaan daging ayam yang rata-rata meningkat sekitar 30% setiap tahun, khususnya pada saat bulan Ramadhan dan Lebaran," kata Elies.
Sedangkan untuk tempat penetasan dilakukan agar perseroan dapat memproduksi sendiri anak ayam induk yang selama ini masih dibeli. Satu ekor anak ayam induk harganya sekitar Rp 30.000.
Anak ayam induk memiliki fase bertumbuh 26 minggu menjadi ayam induk dewasa yang dapat bertelur atau berproduksi selama 67 minggu. Satu ayam induk dewasa dapat menghasilkan 125 telur ayam seumur hidup (67 minggu) yang kemudian ditetaskan untuk menjadi ayam pedaging.
"Kalau kami sudah punya tempat penetasan, kami bisa produksi sendiri anak ayam induk, sehingga dapat mengurangi biaya untuk pembelian. Saat ini, kami memiliki 1 juta ayam induk dewasa yang dapat berproduksi sampai satu setengah tahun," jelas Elies.
Mengenai target, perseroan optimistis dapat mencapai target yang telah ditetapkan pada awal tahun, seiring dengan peningkatan permintaan daging terkait bulan Ramadhan dan Lebaran.
Target penjualan 2008 Sierad Produce sebesar Rp 2 triliun dan hingga Juli 2008 telah tercapai Rp 1,4 triliun. Sedangkan untuk laba bersih ditargetkan mencapai Rp 46 miliar pada akhir 2008. Hingga Juli 2008 sudah tercapai Rp 40 miliar.
(dro/ddn)











































