BI: Pelemahan Rupiah Tidak Ada Masalah

BI: Pelemahan Rupiah Tidak Ada Masalah

- detikFinance
Jumat, 05 Sep 2008 13:42 WIB
BI: Pelemahan Rupiah Tidak Ada Masalah
Jakarta - Bank Indonesia terus berupaya menenangkan pasar dengan melakukan intervensi untuk menahan pelemahan rupiah yang kini lunglai di posisi 9.325 per dolar AS. Namun BI menegaskan pelemahan rupiah lebih karena faktor global karena secara fundamental tidak ada masalah.

"Ini memang gejala global, mata uang dolar menguat terhadap semua mata uang di dunia. Rupiah mengalami pelemahan agak besar dibanding negara-negara lain hari ini, padahal beberapa minggu terakhir, rupiah lebih menguat dibanding kurs beberapa negara lain. Saya kira ini merupakan gerakan pasar, tapi secara fundamental enggak ada masalah," kata Gubernur BI Boediono.

Hal itu diungkapkan Boediono usai salat Jumat di kompleks BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (5/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boediono mengatakan dari segi fundamental, rupiah berada pada tahap posisi yang tidak berbeda dengan mata uang lain di kawasan ini. Namun ia menolak menyebutkan kisaran yang normal untuk rupiah terhadap mata uang dolar AS ini.

"Jangan tanya angka deh. Tentunya kita akan terus ikuti gerak dari perkembangan kurs di dunia dan di beberapa kawasan lainnya. Tentunya kita tidak bisa melawan arus itu. Jadi kita tidak akan menargetkan satu angka. BI akan selalu memonitor terus," ujarnya.

Boediono mengatakan ekonomi AS tampaknya diprediksi lebih baik. "Tidak lebih baik dari Eropa atau Jepang. Dan bahkan di negara Asia barangkali. Sehingga terhadap semua mata uang, dolar menguat. Itu aneh juga ya. Tapi kita tetap di pasar untuk mengurangi volatilitas," katanya.

Untuk meredam pelemahan rupiah itu, BI akan berupaya mengurangi gejolak yang terlalu besar.

Ketika ditanya berapa besar dana intervensi yang dikeluarkan, Boediono menolak merincinya. "Ya amunisi kalau perang kan tidak pernah diberitahukan," tandasnya. (ir/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads