Pada penutupan perdagangan saham Jumat (5/9/2008) IHSG turun tajam 52,670 poin (2,54%) menjadi 2,022,564. Pada sesi satu hari ini IHSG sempat turun tajam 75,700 poin (3,65%) menjadi 1.999,534.
Indeks LQ-45 turun 11,991 poin (2,82%) menjadi 413,970 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 6,751 poin (2,05%) menjadi 323,082. Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan saham hari ini di Bursa Efek Indonesia mencatat transaksi sebanyak 51.563 kali dengan volume 1,964 miliar unit saham, senilai Rp 3,471 triliun. Sebanyak 18 saham naik, 170 saham turun dan 54 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 175 menjadi Rp 4.450, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 500 menjadi Rp 5.800, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 menjadi Rp 11.750 dan Bank Mandiri (BMRI) turun 75 menjadi Rp 2.725, Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) turun Rp 420 menjadi Rp 1.320, Timah (TINS) turun Rp 125 menjadi Rp 2.200 dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 500 menjadi Rp 20.000.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 7.600, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 250 menjadi Rp 24.900 dan Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp 25 menjadi Rp 2.225.
Analis Valbury Asia Securities, Mastono Ali mengatakan penurunan IHSG lebih banyak terimbas faktor eksternal. Seperti penurunan harga minyak ke US$ 107, anjloknya Dow Jones hingga 344 poin atau hampir 3%.
"Penurunan Dow Jones ini merupakan kedua terbesar tahun ini yang sebelumnya 26 Juni Dow Jones turun 360 poin dan kalau kita lihat pagi ini hampir semua indeks regional dibuka menurun," kata Mastono.
IHSG juga makin bertambah buruk karena lunglainya rupiah yang turun 130 poin lebih hingga ke level 9.360 per dolar AS. (ir/qom)











































