Pada penutupan perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Jumat (5/9/2008) rupiah melemah 147 poin ke posisi 9.372 per dolar AS. Rupiah hari ini bahkan sempat melemah hingga ke 9.382 per dolar AS.
Bank Indonesia pun terus berupaya menenangkan pasar dengan melakukan intervensi untuk menahan pelemahan rupiah. Namun BI menegaskan pelemahan rupiah lebih karena faktor global karena secara fundamental tidak ada masalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu diungkapkan Boediono usai salat Jumat di kompleks BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (5/9/2008).
Boediono mengatakan dari segi fundamental, rupiah berada pada tahap posisi yang tidak berbeda dengan mata uang lain di kawasan ini. Namun ia menolak menyebutkan kisaran yang normal untuk rupiah terhadap mata uang dolar AS ini.
"Jangan tanya angka deh. Tentunya kita akan terus ikuti gerak dari perkembangan kurs di dunia dan di beberapa kawasan lainnya. Tentunya kita tidak bisa melawan arus itu. Jadi kita tidak akan menargetkan satu angka. BI akan selalu memonitor terus," ujarnya.
Boediono mengatakan ekonomi AS tampaknya diprediksi lebih baik. "Tidak lebih baik dari Eropa atau Jepang. Dan bahkan di negara Asia barangkali. Sehingga terhadap semua mata uang, dolar menguat. Itu aneh juga ya. Tapi kita tetap di pasar untuk mengurangi volatilitas," katanya. (ir/qom)











































