Kena Pukulan Komoditas

Ulasan IHSG Sepekan

Kena Pukulan Komoditas

- detikFinance
Sabtu, 06 Sep 2008 15:45 WIB
Kena Pukulan Komoditas
Jakarta - IHSG mencatat Jumat kelabu dengan penurunan terburuk sejak Agustus 2007. Investor sepanjang pekan lalu terus melepas saham-saham berbasis komoditas, menyusul anjloknya harga minyak mentah dunia.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat (5/9/2008) IHSG turun tajam 52,670 poin (2,54%) menjadi 2,022,564. Pada sesi satu hari ini IHSG sempat turun tajam 75,700 poin (3,65%) menjadi 1.999,534.

"Sepanjang pekan lalu IHSG melemah -6.39% didorong oleh melemahnya harga minyak mentah yang menyeret turun harga komoditas lain seperti batubara, timah, nikel, serta CPO. Investor terlihat melakukan aksi jual terhadap saham berbasis komoditas," tulis Panin Sekuritas, Sabtu (6/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disamping itu, IHSG juga mendapat sentimen negatif dari anjloknya pasar saham global serta nilai tukar Rupiah yang juga terus melemah. Anjloknya nilai tukar Rupiah dikhawatirkan merupakan indikasi keluarnya investor asing dari bursa.

Sementara isu ancaman melambatnya pertumbuhan ekonomi global diperkirakan masih akan menjadi sentimen negatif bagi pergerakan bursa regional pada pekan ini.

Wall Street mengakhiri pekan ini dengan menguat tipis, namun jika ditotal selama sepekan saham-saham di bursa AS itu justru mencatat minus.

Indeks Dow Jones Industrial Average memang ditutup naik tipis 32,73 poin (0,29%) ke level 11.220,96 pada perdagangan kemarin. Namun Indeks Dow Jones tercatat turun hingga 2,8% dalam sepekan.

Sementara Standard & Poor's naik tipis 5,48 poin (0,44%) ke level 1.242,31, namun selama sepekan total turun hingga 3,2 poin. Nasdaq turun 3,16 poin pada perdagangan kemarin ke level 2.255,88, dan secara total turun hingga 4,7%.

Penguatan terutama terjadi pada saham-saham sektor finansial, yang mampu mengimbangi sentimen negatif dari data pengangguran AS. Saham-saham sektor finansial menguat karena munculnya harapan setelah keluarnya kabar bahwa pemerintah AS akan segera mengambil alih 2 perusahaan pembiayaan, Fannie Mae dan Freddie Mac untuk penyelamatan.

Padahal di awal-awal perdagangan, Wall Street sempat merosot hingga 100 poin, setelah data pengangguran AS menunjukkan kenaikan menjadi 6,1%. Data itu sekaligus menambah kekhawatiran akan memburuknya perekonomian global.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads