Pada perdagangan saham Senin (8/9/2008) IHSG diprediksi masih akan mengikuti pergerakan bursa global. Meski pasar saham global sedang dalam suasana melemah, namun sudah ada tanda-tanda bangkit seperti dari bursa saham Jepang yang pagi ini dibuka menguat 147,70 poin (1,21%) menjadi 12.359,93.
Sementara Wall Street pada Jumat pekan lalu (5/9/2008) bergerak terbatas dengan Dow Jones yang naik 32,73 poin (0,29%) menjadi 11.220,96, Nasdaq turun 3,16 poin (0,14%) menjadi 2.255,88 dan S&P 500 turun 32,67 poin (2,56%) menjadi 1.242,31.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari dalam negeri pelaku pasar masih akan mengandalkan saham-saham berbasis komoditas dan perbankan. Kedua emiten ini paling aktif bergerak karena yang satu mengikuti pergerakan harga minyak dan perbankan masih hangatnya sentimen kenaikan BI Rate.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan lalu (5/9/2008) IHSG turun tajam 52,670 poin (2,54%) menjadi 2,022,564.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks mengalami tekanan jual cukup tinggi sehingga turun 52 poin ke posisi 2.022 dan sempat menembus dibawah level 2.000 membentuk level baru terendah sepanjang 2008. Penurunan saham blue chip terutama di sektor pertambangan, perkebunan dan properti berdampak psikologis ke investor dan trader sehingga terjadi panic selling apalagi yang terkena margin call. Kondisi bursa regional yang melemah menambah sentimen negatif ke indeks apalagi belum ada sentimen kuat ke bursa. Indeks selanjutnya bakal bergerak di level 1.970 - 2.030 dengan pilihan saham: TLKM, BUMI, BBRI, ASII, dan SMCB.
Panin Sekuritas
Sepanjang pekan lalu IHSG melemah -6.39% didorong oleh melemahnya harga minyak mentah yang menyeret turun harga komoditas lain seperti batubara, timah, nikel, serta CPO. Investor terlihat melakukan aksi jual terhadap saham berbasis komoditas. Disamping itu, IHSG juga mendapat sentimen negatif dari anjloknya pasar saham global serta nilai tukar Rupiah yang juga terus melemah. Anjloknya nilai tukar Rupiah dikhawatirkan merupakan indikasi keluarnya investor asing dari bursa. Sementara issue ancaman melambatnya pertumbuhan ekonomi global diperkirakan masih akan menjadi sentimen negatif bagi pergerakan bursa regional pada pekan ini. Secara teknikal, terlihat level 2.000 menjadi level psikologis baru bagi IHSG. Indeks masih akan berada dalam downtrend untuk beberapa waktu mendatang. Dapat diperhatikan peluang trading pada saham unggulan yang telah oversold. Kisaran support-resistance hari ini 1.965-2.059.
eTrading Securities
Setelah satu minggu penuh dengan dimulainya bulan september (bulan ramadhan), indek indonesia terkoreksi lima hari berturut-turut. Sampai sempat menyentuh level Low 1,999 dan menutup akhir pekan di level 2,023 atau -6,6% dari penutupan pekan sebelumnya.
Di Amerika, Dow ditutup naik tipis, +0,3% menjadil 11,221. Sepanjang perdagangan Dow berada pada teritori negatif, data ekonomi dan harga commoditas membuat investor tidak bisa memastikan arah indeks. Pengumuman pemerintah akan mengambil alih Fannie Mae dan Freddie Mac, salah satu pemberi kredit perumahan terbesar Membawa sentimen positif ke pasar.
Harga commoditas dan data ekonomi masih menjadi fokus investor sepekan ini. Di Regional rata-rata rebound, STI +3,6%, KS11 +3,8% namun KLSE -1,3% Penurunan Harga CPO menekan pedagangan di sesi pertama. Harga komoditas, rata-rata naik Tin +1,5%, Crude Oil +2,1% menjadi $108/barrel kecuali Nikel -3%, Coal -0.3% dan CPO -1,5%.
Untuk hari ini, diharapkan big technical rebound terjadi pada JCI. Namun koreksi harga CPO akan menahan rebound besar di sektor plantation di tambah penurunan tipis harga batu-bara Newc mingguan. Range perdagangan hari ini berkisar antara 2.020 β 2.090. (ir/ir)











































