Penguatan IHSG pada perdagangan kemarin sempat tertahan. Sempat menguat hingga 50 poin, IHSG akhirnya tak bertahan lama karena aksi profit taking.
Pada penutupan perdagangan saham Senin (8/9/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 15,434 poin (0,76%) menjadi 2.037,998.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen positif diharapkan datang dari penguatan bursa-bursa global. Pada perdagangan Senin (8/9/2008), indeks Dow Jones ditutup naik 289,78 poin (2,58%) ke level 11.510,74, Nasdaq naik 13,88 poin (0,62%) ke level 2.269,76 dan S&P naik 25,48 poin (2,05%) ke level 1.267,79.
Bursa-bursa Eropa pun kemarin ikut bergrairah. Indeks FTSE 100 di London menguat hingga 3,92% ke level 5.446,30, meski sempat ada gangguan teknis. Sementara indeks CAC 40 Paris naik 3,42% ke level 4.340,18 dan DAX Frankfurt naik 2,22% ke level 6.263,74.
Namun penguatan itu tidak diikuti oleh Bursa Saham Brasil, yang justru merosot tajam karena para pialang mendapat sentimen negatif dari anjloknya harga komoditas.
Indeks Ibovespa anjlok 2,4% ke level 50.717 poin, sehingga menyentuh level terendahnya kembali. Indeks Brasil ini terasa sangat kontras dengan penguatan bursa-bursa dunia lainnya.
Sementara pada Selasa (9/9/2008) ini, penguatan harga saham-saham di Wall Street juga tak lagi diikuti oleh bursa regional. Pagi ini indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo melemah 114,41 poin (0,91%) ke level 12.510,55.
Demikian pula indeks KOSPI Korsel yang juga dibuka turun 1,1% ke level 1.460,37, setelah kemarin menguat hingga 5%.
IHSG pun bisa kembali diterpa pelemahan. Tanda-tanda tertahannya penguatan saham sudah terjadi sejak perdagangan kemarin, dan diprediksi bisa terulang pada hari ini.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas:
Kemarin terlihat IHSG menguat ditengah reboundnya bursa regional. Meski demikian
terlihat IHSG ditutup lebih rendah dibandingkan dengan pembukaannya (open). Selain
itu, kenaikan IHSG (+0.7%) juga relatif kecil jika dibandingkan dengan kenaikan
bursa regional lain. Hal tersebut mengindikasikan gerak indeks masih lebih mengikuti
pergerakan harga minyak/komoditas. Hari ini kami perkirakan IHSG masih akan bergerak
mixed dengan kisaran support-resistance 2.010-2.080.
Optima Securities:
Penguatan bursa regional yang cukup kencang tidak diikuti bursa domestik sehingga
hanya menguat tipis 0.7% keposisi 2.037. Aksi profit taking serta pelemahan sektor
perkebunan dan infrastruktur menahan indeks untuk rebound. Indeks selanjutnya
menunggu tren harga komoditas dengan arah pergerakan dilevel 2.020-2.070 dengan
pilihan saham: TLKM, UNTR, PTBA, BBRI dan BDMN.
eTrading Securities:
Perdagangan kemarin IHSG kurang memiliki sokongan beli, investor cenderung take-profit sehingga Rebound yang besar diharapkan tidak terjadi, IHSG +0,8% menjadi 2,038. Investor masih pesimis dengan harga minyak dunia. Bukan hanya regional indek lagi menjadi acuan IHSG tetapi harga minyak dan komoditas lainnya. Market indonesia berbobot sekitar 30% dari produsen komoditas.
Sementara perdagangan US semalam, Dow rebound 300 points atau 2,6% menjadi 11.510. Pemerintah akan mengambil alih perusahaan kredit perumahan terbesar Fannie Mae and Freddie Mac membuat investor optimist dengan keadaan ekonomi.
Namun perdagangan Dow tidak diserap regional pada pembukaan, STI -0,8% dan KS11 -1,4% namun KLSE +0,5%. Di regional likuiditas menjadi faktor utama perdagangan untuk sisa bulan di tahun ini.
Untuk perdagangan indeks, pagi ini di perkirakan akan side-way sampai kenaikan. Investor masih memantau harga minyak pada level fisiologi $100. Banyak rumor di pasar yang membuat indek menjadi kurang bergairah. Range perdagangan hari ini di perkirakan berkisar 2.040-2.060.
(qom/qom)











































