Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur Bosowa Corporation Erwin Aksa di Kantor Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gedung Garuda, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (9/9/2008).
Â
"Jika pasar memungkinkan, tahun depan Semen Bosowa akan IPO. Bisa awal tahun atau akhir tahun 2009 tergantung pasar," ujarnya.
Rencananya, jumlah kepemilikan saham yang akan dilepas sebanyak 30% dengan target raupan dana minimal sebesar Rp 1 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
"Total outstanding utang kami di konsorsium bank tersebut saat ini sebesar Rp 1,6 triliun," katanya.
Ia menambahkan, saat ini Bosowa sedang melakukan seluruh persiapan internal. Sedangkan penunjukkan lembaga penunjang seperti penjamin emisi (underwriter), penasehat hukum, konsultan hukum, appraisal, media relation masih belum akan dilakukan dalam waktu dekat.
Â
Selain untuk restrukturisasi utang, dana hasil IPO juga akan digunakan untuk modal kerja dan menambah kapasitas pabrik. "Kapasitas pabrik saat ini sekitar 2 juta ton per tahun, akan ditingkatkan menjadi 4 juta ton," katanya.
(ang/ddn)











































