Pada perdagangan Rabu (10/9/2008), rupiah diprediksi akan bergerak stabil, meski akan diawali dengan pelemahan. Rupiah akan kembali mendapat tekanan dari aksi jual portofolio baik saham ataupun obligasi.
Namun komitmen Bank Indonesia (BI) untuk terus mengawal nilai tukar rupiah diharapkan mampu meredam gejolak rupiah. Seperti halnya kemarin, saat rupiah akhirnya ditutup di level 9.315 per dolar AS, meski sempat melemah hingga 9.360 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dolar AS juga merosot tajam atas yen ke posisi 106,89 yen, dari sebelumnya di posisi 108,27 yen.
Padahal sebelumnya dolar AS mencatat penguatan hingga level tertingginya dalam 11 bulan atas euro, setelah pemerintah AS mengumumkan pengambilalihan Fannie Mae dan Freddie Mac, yang memunculkan harapan akan segera berakhirnya krisis finansial.
(qom/ddn)











































