IHSG Jatuh Lagi, BEI Minta Investor Tidak Panik

IHSG Jatuh Lagi, BEI Minta Investor Tidak Panik

- detikFinance
Rabu, 10 Sep 2008 11:08 WIB
IHSG Jatuh Lagi, BEI Minta Investor Tidak Panik
Jakarta - IHSG kembali terjatuh cukup dalam hingga 60 poin. Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta investor tidak panik karena penurunan ini merupakan fenomena global.

Pada perdagangan Rabu (10/9/2008) pukul 11.00 waktu JATS, IHSG melorot hingga 48,231 poin (2,42%) ke level 1.910,518. IHSG sempat menyentuh level terendahnya di 1.898,887. Sementara rupiah juga melemah ke 9.323 per dolar AS.

Bursa-bursa regional mayoritas melemah mengikuti pelemahan Wall Street sebelumnya. Indeks Nikkei-225 turun hingga 131,11 poin ke level 12.269,54.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dirut BEI Erry Firmansyah mengatakan, meskipun kejatuhan IHSG sempat lebih buruk ketimbang indeks bursa di negara-negara lain, secara fundamental pada dasarnya tidak ada masalah.

"Fundamentalnya nggak ada masalah kok. Memang ada faktor-faktor dalam negeri seperti inflasi dan fluktuasi rupiah yang mempengaruhi. Namun faktor global lebih berperan," jelas Erry di Gedung BEI, Jakarta.

Erry mengatakan, pelepasan saham besar-besaran oleh asing sangat berpengaruh pada penurunan IHSG. Namun tindakan pelaku pasar lokal yang ikut-ikutan melepas sahamnya besar-besaran mendorong indeks turun lebih tajam.

"Pada dasarnya, foreign sale lebih mendorong penurunan IHSG. Tapi kemudian diikuti oleh investor-investor lokal. Jadi posisinya seimbang, kombinasi keduanya," jelas Erry.

Erry mengatakan, investor lokal sebaiknya mengambil kesempatan dengan membeli saham-saham yang harganya sedang murah.

"Harga lagi murah-murahnya. Investor lokal kan bisa mengambil kesempatan ini. Jangan keduluan asing terus. Dari dulu kan, kalau indeks jatuh, kebanyakan investor lokal baru masuk kembali setelah asing ramai-ramai masuk. Jadinya yang dapat gain lebih tinggi selalu asing," ulas Erry.

Namun Erry mengingatkan, beli saham di saat harga murah, bukan berarti sembarangan mengambil tanpa pilih-pilih.

"Investor yang mau masuk saat harga murah, juga harus pilih-pilih dulu. Sekiranya investor menilai saham tertentu potensinya bakal naik, ia bisa segera ambil. Jangan selalu menunggu asing," imbuh Erry.

Sehubungan dengan itu, Erry memperkirakan masuk bulan Oktober, kondisi pasar modal akan kembali stabil.

"Kondisi ekonomi global, harga minyak, BI Rate, inflasi, rupiah dan sebagainya diperkirakan akan stabil memasuki bulan Oktober. Kami harap akan mendorong kinerja saham kembali stabil," ujar Erry. (dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads