"Pembangunan pabrik suku cadang sudah 90%. November rampung. Produksi dan distribusi sekitar awal 2009," ujar Direktur Keuangan INTA, Fred L Manibog usai paparan publik di hotel Intercontinnental, Jl. Jend Sudirman, Jakarta, Rabu (10/9/2008).
Kapasitas pabrik suku cadang untuk tahap awal sekitar 6-7 ribu unit setahun. Untuk tahap awal, investasinya sekitar Rp 30-50 miliar. "Nanti kami kembangkan lagi," ujar Fred.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembangunan pabrik ini dilakukan agar dapat menunjang core bisnis utama kami di distribusi alat berat. Juga agar dapat menekan biaya produksi," jelas Fred.
INTA merupakan distributor alat berat merek Volvo, Renault Truck, Ingersoll Rand dan Bobcat. Sepanjang semester I lalu, INTA telah menjual 273 unit.
"Komposisinya 83,01% Volvo, 11,79% Renault, 3,38% Ingersoll Rand dan 1,83% Bobcat," ujar Fred.
Tahun ini, INTA menargetkan penjualan 600 unit alat berat. Saat ini, perseroan telah memperoleh pesanan on hand alat berat sebanyak 256 unit, khusus untuk didistribusikan di semester II 2008.
"Target konservatif kami 529 unit, itu kalau mengacu pada yang sudah on hand. Kalau target optimisnya sekitar 600 unit," ungkap Fred.
Untuk pendapatan perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 1 triliun lebih, terutama dikontribusikan dari penjualan alat berat. Mengenai target laba bersih akhir tahun ini, Fred belum dapat mengungkapkannya.
(dro/qom)











































