Pada perdagangan Rabu (10/9/2008), indeks Dow Jones naik tipis 38,19 poin (0,34%) ke level 11.268,92. Nasdaq naik tipis 18,89 poin (0,85%) ke level 2.228,70 dan Standard & Poor's 500 naik 7,53 poin (0,61%) ke level 1.232,04.
Penguatan tipis ini terjadi setelah kemerosotan tajam di Wall Street pada perdagangan sebelumnya, menyusul terperosoknya saham Lehman Brothers. Investor mengambil reaksi dari pengumuman Lehman Brothers yang akan menjual asetnya untuk menutup modalnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum pasar dibuka, bank investasi terbesar keempat AS ini mengumumkan kerugian fiskalnya sekitar US$ 3,9 miliar pada kuartal III karena adanya hapus buku. Lehman selanjutnya melakukan serangkaian restrukturisasi, termasuk dengan menjual properti komersial dan unit manajemen investasinya.
Lehman juga menyatakan akan meningkatkan modalnya dengan melepas mayoritas saham sekitar 55% di divisi manajemen investasinya.
"Investor menemukan sedikit kenyamanan dari pengumuman Lehman," jelas Colleen King dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari AFP, Kamis (11/9/2008).
Ketidakpastian yang menaungi masa depan Lehman telah melemahkan saham-saham sektor finansial. Saham Citigroup turun 1,06%, Merrill Lynch turun 5,9%, Goldman Sachs turun 2,5%.
Harga Minyak Turun Lagi
Sementara harga minyak yang kemarin sempat menembus di bawah US$ 100 per barel, kembali turun meski sebelumnya sempat rebound. Investor mengabaikan keputusan dari OPEC yagn menurunkan produksinya, dan lebih fokus pada lemahnya permintaan.
Pada perdagangan kemarin, kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman Oktober turun 68 sen ke level US$ 102,58 per barel.
Sementara minyak jenis Brent pengiriman Oktober turun hingga 1,37 dolar ke level US$ 98,97 per barel. Kontrak ini kemarin untuk pertama kalinya menembus di bawah US$ 100 per barel setelah 2 April.
(qom/qom)










































