IHSG Masih Sulit Bangun

IHSG Masih Sulit Bangun

- detikFinance
Kamis, 11 Sep 2008 07:59 WIB
IHSG Masih Sulit Bangun
Jakarta - Setelah terus menerus terkapar di level terendahnya sejak Agustus 2007, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih sulit untuk bangkit. Apalagi bursa-bursa regional kembali melemah.

Pada perdagangan Kamis (11/9/2008), bursa-bursa utama Asia kembali turun. Indeks Nikkei-225 dibuka langsung turun 0,9% tepatnya 109,11 poin ke level 12.237,52, indeks Topix juga turun 0,8% ke level 1.183,39.

Demikian pula bursa Korsel yang masih melemah. Indeks KOSPI dibuka turun 0,60% ke level 1.456,24.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelemahan bursa-bursa regional terjadi setelah kemarin Wall Street ditutup menguat tipis, menyusul adanya pengumuman dari Lehman Brothers tentang kerugian sebesar US$ 3,9 miliar.

Kemarin indeks Dow Jones naik tipis 38,19 poin (0,34%) ke level 11.268,92. Nasdaq naik tipis 18,89 poin (0,85%) ke level 2.228,70 dan Standard & Poor's 500 naik 7,53 poin (0,61%) ke level 1.232,04.

Belum stabilnya bursa-bursa acuan itu bisa membawa sentimen negatif bagi pergerakan IHSG. Namun posisi sejumlah saham unggulan yang sudah oversold bisa memicu aksi bargain hunting lagi.

Investor akan memanfaatkan murahnya harga saham-saham untuk berburu bluechip lagi, meski situasi pasar finansial belum membaik. Namun belum pulihnya harga-harga komoditas membuat sektor ini untuk sementara masih dihindari. Apalagi harga minyak kembali turun meski OPEC sudah menurunkan produksinya.

Pada perdagangan Rabu (10/9/2008) kemarin, IHSG tercatat merosot hingga 73,709 poin (3,76%) ke level 1.885,043.

Berikut rekomendasi saham hari ini

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin mengulangi tragedi sehari sebelumnya dengan melemah signifikan 3,7% dan kembali mencetak rekor terendah sejak 17 bulan terakhir di level 1.885.

Perdagangan kemarin disinyalir banyak diwarnai aksi forced sell terkait penurunan signifikan selama seminggu terakhir membuat para investor yang menggunakan margin terkena margin call.

Selain itu, minimnya sentimen positif yang masuk ke bursa juga membuat sektor komoditas kembali tertekan. Sektor consumer, Telco's dan automotive terlihat lebih defensif pada perdagangan kemarin. Perdagangan kemarin juga diwarnai dengan eksekusi transaksi penjualan saham APEX kepada MIRA di pasar nego yang membuat trading value melonjak menjadi Rp9,69 triliun.

Sementara bursa AS pada perdagangan hari ini berpeluang memberi sentimen positif, seiring menguatnya Dow semalam. Dow ditutup +0.34% setelah sempat naik lebih dari +1,3% dengan melemahnya sentimen negatif dari krisis pada Lehman Brothers dan pembelian selektif pada saham-saham berbasis energy related yang telah berada di titik terendah sejak 18 bulan. Sementara bursa-bursa Asia dibuka terkoreksi pagi ini, dengan masih memfaktorkan sentimen negatif dari kerugian Lehman Brothers.

Bursa Indonesia sendiri pada perdagangan hari ini diperkirakan akan mampu bangkit dan keluar dari teritori negatif. Kami melihat fundamental emiten khususnya emiten sektor tambang dan agri masih sangat kuat dan harga sekarang tidak mencerminkan fundamental tersebut.

Koreksi yang terjadi selama 2 hari terakhir lebih disebabkan oleh panic selling dan juga faktor teknis seperti forced sell. Saham-saham yang berfundamental kuat dan telah terkoreksi tajam, sangat layak untuk dikoleksi seperti PTBA, ITMG, AALI, TINS dan BUMI. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1863 -1945.

Optima Securities
Indeks saat ini bergerak anomaliΒ  dengan kembali melemah 73 poin (3,7%) ke level 1.885 yang merupakan penurunan terdalam dibandingkan bursa regional. IndeksΒ  masih menunggu sentimen positif khususnya dari harga komoditas dengan fokus masih pada emiten BUMI. Indeks bergerak dikisaran 1.850-1.920 dengan pilihan saham: BDMN, APEX, INDF, ASII, dan AALI.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads