Hal ini dikatakan oleh Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto di kantor PPA (Perusahaan Pengelola Aset), Gedung Sampoerna Strategic Square, Jakarta, Kamis (11/9/2008).
"Untuk BUMN asuransi tidak mungkin dilakukan di tahun ini, kita hanya mengajukan privatisasi BUMN prioritas saja yaitu 3 PTPN, Krakatau Steel dan BTN (Bank Tabungan Negara)," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi rencana ini masih bisa di-carry over untuk dimasukkan ke dalam daftar rencana privatisasi tahun 2009 nanti," katanya.
Memang rencananya Jasindo diajukan pemerintah untuk diprivatisasi melalui mekanisme IPO dengan melepaskan maksimal 30% saham barunya ke pasar modal.
"Namun kalau kita lihat kondisi pasar saat ini juga tidak memungkinkan untuk dilepas," cetusnya.
Selain itu untuk BTN, Parikesit mengatakan belum bisa memberikan kepastian apakah bisa dilakukan IPO tahun ini atau tidak.
"Yang penting kita dapatkan persetujuan dari DPR dulu, sementara mengenai waktunya itu tergantung underwriter-nya nanti. Pokoknya kita mempertimbangkan timing, sizing dan pricing-nya seperti apa sebelum melepaskan sahamnya ke pasar," tuturnya.
(dnl/qom)











































