Pada perdagangan Kamis (11/9/2008) di New York, kontrak utama minyak jenis light pengiriman Oktober diperdagangkan merosot hingga 1,96 dolar ke level US$ 100,62 per barel.
Sementara minyak jenis Brent pengiriman Oktober juga sempat merosot ke US$ 96,99 per barel, yang merupakan level terendah sejak 5 Maret. Namun harga selanjutnya pulih ke US$ 97,30 oer barel, atau turun 1,67 dolar dibandingkan penutupan sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harga minyak turun lagi karena pasar fokus pada kekhawatiran soal permintaan adn juga menguatnya dolar AS," ujar analis dari Sucden, Michael Davies, seperti dikutip dari AFP.
Euro diperdagangkan di bawah 1,39 dolar untuk pertama kalinya sejak setahun terakhir, menyusul kekhawatiran soal pelemahan pertumbuhan ekonomi AS. Dolar AS yang menguat membuat komoditas yang berdenominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli asing.
Kekhawatiran soal berkurangnya permintaan kembali membayangi. International Energi Agencu sebelumnya memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan pada tahun ini sebesar 100.000 barel per hari untuk tahun 2009 menjadi 140.000 bph.
Wall Street Dibuka Anjlok
Sementara saham-saham di Wall Street dibuka langsung melemah. Saham Lehman Brothers kembali menjadi fokus dengan penurunan hingga 40%, demikian pula bank investasi lain yakni Washington Mutual.
Pada awal perdagangan, indeks Dow Jones melemah hingga 119,04 poin (1,06%) ke level 11.149,88, Nasdaq turun 19,10 poin (0,86%) ke level 2.209,60 dan S&P turun 13,47 poin (1,09%) ke level 1.218,57.
Wall Street mendapat tekanan karena kekhawatiran Lehman akan kembali terpuruk jika tak segera mendapatkan partner yang mau menyuntikkan modalnya. Saham bank investasi terbesar keempat di AS itu kembali merosot 40% ke 4,34 dolar.
(qom/qom)










































