Saatnya IHSG Rebound

Saatnya IHSG Rebound

- detikFinance
Jumat, 12 Sep 2008 07:38 WIB
Saatnya IHSG Rebound
Jakarta - Pelemahan IHSG yang sudah terlalu tajam dalam dua hari terakhir perdagangan membuat harga-harga saham sudah terlalu murah. Saatnya memburu lagi saham-saham murah itu.

IHSG pada perdagangan Jumat (12/9/2008) berpotensi untuk rebound, setelah kemarin terus tertekan hingga posisi terendahnya sejak April 2007.

Apalagi kemarin saham-saham di Wall Street akhirnya menguat, meski sempat dibuka anjlok tajam. Indeks Dow Jones akhirnya menguat 164,79 poin (1,46%) ke level 11.433,71.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nasdaq juga menguat 29,52 poin (1,32%) ke level 2.258,22, Standard & Poor's naik 17,01 poin (1,28%) ke level 1.249,05.

Dan pagi ini, bursa-bursa regional kembali menghijau. Indeks Nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo dibuka langsung naik 130,01 poin (1,07%) ke level 12.232,51.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

IHSG kemarin kembali ditutup melemah. Pada perdagangan sesi I, IHSG bahkan sempat bergerak menguat, meski pada sesi sore kembali tertekan. Perdagangan kemarin diwarnai oleh rebound-nya saham pertambangan, yang sudah oversold. Ancaman perlambatan ekonomi global diperkirakan masih akan menghambat gerak bursa dalam beberapa waktu mendatang.

Hari ini kami perkirakan IHSG akan bergerak flutuatif dengan kisaran support-resistance 1.840-1.908.

Optima Securities:

Di tengah tekanan bursa regional yang melemah, indeks kembali terkoreksi terutama akibat tekanan saham ASII sehingga membawa IHSG keposisi 1.870 atau turun 0.7%. Walapun masih turun namun intensitasnya relatif berkurang sedangkan nilai transaksi masih dibawah normal belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Indeks berpotensi mengalami tehnikal rebound terbatas apabila didukung harga komoditas seperti CPO dan melemahnya US$ dengan level pergerakan 1.840-1.890 dan saham pilihan : BUMI, PTBA, UNSP, PGAS, dan AALI

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin masih belum mampu keluar dari teritori negatif, meski pada pertengahan sesi sempat menguat sekitar 12 poin.

Indeks kemarin ditutup melemah 0,8% ke level 1870,1 akibat pelemahan saham ASII seiring mulai melemahnya angka penjualan mobil yang pada bulan Agustus merosot 10%.

Kemarin indeks masih mampu ditopang oleh reboundnya sektor batubara dan sektor property. Sebagian investor sudah mulai mengkoleksi beberapa saham berfundamental kuat yang telah terkoreksi dalam, seperti BUMI, ITMG, PGAS dan PTBA.

Sementara bursa AS pada perdagangan kemarin berhasil kembali menguat meski masih diliputi kekhawatiran atas krisis di sektor finansial termasuk langkah Lehman Brothers yang berencana akan melepas unit investment management dan aset real estate komersialnya.

Indeks Dow menguat lebih dari 160 poin (1,46%) dengan ditopang oleh kenaikan pada sektor transportasi dan beberapa emiten di sektor finance.

Pelemahan minyak dunia ke level US$ 100,87 akibat penguatan dolar Amerika juga memberi sentimen positif ke bursa AS. Beberapa bursa Asia dibuka menguat pada perdagangan hari ini seiring penguatan di bursa AS dan penguatan saham-saham komoditas seiring reboundnya harga komoditas metal selain nikel.

Bursa Indonesia pada perdagangan akhir pekan ini diperkirakan akan bergerak seiring dengan bursa US dan regional. Sentimen positif dari sektor komoditas yang mulai rebound juga akan mengangkat indeks.

Saham-saham komoditas yang telah melemah tajam diperkirakan akan kembali rebound pada perdagangan hari ini, seperti BUMI, PTBA, TINS, dan ITMG. Rentang pergerakan indeks akan mencoba untuk kembali menembus resistance kuat di 1.900 dengan tahanan support di 1.850. (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads