Nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (12/9/2008) diprediksi bergerak menguat, setelah kemarin ditutup pada level 9.420 per dolar AS.
Apalagi dolar AS sedikit 'tahan nafas' setelah sebelumnya menguat tajam atas mayoritas mata uang dunia lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dikutip dari AFP, dolar AS mendapat tekanan setelah keluarnya laporan defisit perdagangan AS naik tajam menjadi US$ 62,2 miliar selama Juli, dan merupakan defisit terbesar dalam satu tahun. Melebarnya defisit itu disebabkan karena tingginya harga minyak dan melonjaknya impor China.
Namun meski mendapat tekanan dari neraca perdagangan, dolar AS dianggap masih berada dalam tren positif. Sentimennya adalah adanya harapan bahwa Bank Sentral Eropa akan segera menurunkan tingkat suku bunganya sementara Bank Sentral AS diharapkan masih mempertahankan suku bunganya. (qom/qom)











































