Â
Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Keuangan PT Semen Gresik Tbk Cholil Hasan usai buka bersama di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis malam (12/9/2008).
"Konsumsi semen dalam negeri akan melambat pada semester kedua tahun ini, hanya sekitar 10 persen hingga maksimal 15 persen," ungkapnya.
Tahun lalu konsumsi semen dalam negeri pada semester kedua mencapai 18,57 juta ton, maka estimasi pada semester kedua tahun ini akan mencapai sekitar 20,4 juta ton hingga 21,35 juta ton.
Â
Pertumbuhannya sedikit lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan konsumsi semen di semester pertama tahun 2008 ini yang meningkat sebanyak 21,1 persen menjadi sebesar 18,89 juta ton dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 15,59 juta ton.
Â
Menurutnya, lambatnya pertumbuhan konsumsi semen di Indonesia dipengaruhi oleh menurunnya daya beli masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Â
Bagi Semen Gresik sendiri, penurunan konsumsi semen tersebut pengaruhnya tidak terlalu banyak. Ia menambahkan, walau permintaan semen menurun, produksi semennya perseroan tidak akan dikurangi lagipula hingga semester pertama tahun ini penjualannya sudah melebihi target perkiraan perseroan.
Â
"Produksi semen kami tetap. Untuk semester pertama ini sudah melebihi target kok, bahkan lebih," pungkasnya.
(ang/ddn)











































