Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur ELTY, Hiramsyah Sambudhy Thaib disela-sela acara buka puasa di Pacific Place, SCBD, Jakarta, Kamis Malam, (11/9/2008).
"Kami memang sedang mencari mitra strategis dalam proyek tol trans Jawa. Timur Tengah ada yang berminat masuk. Namun kepastiannya masih dalam pembicaraan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya masih ada satu ruas lagi yang sedang diincar ELTY, yaitu ruas Pemalang-Batang (35 km) milik PT Pemalang-Batang. Ruas ini cukup vital dalam proyek tol ELTY. Sebab ruas ini penghubung utama antara ruas Kanci-Pejagan-Pemalang dan Batang-Semarang.
Namun hingga saat ini perseroan belum berhasil masuk baik sebagai pemegang saham maupun sebagai manajemen PT Marga Setia Puritama.
"Masih ada sedikit pembicaraan untuk masuk kesana. Masih negosiasi," imbuh Nuzirman.
Namun jika ELTY berhasil menguasai seluruh 4 ruas terpadu tersebut, bakal mendongkrak kinerja perseroan dimasa mendatang. Sebab, perseroan telah membuat skema proyek tol sekaligus dengan penggarapan kawasan terpadu di sekitar 4 ruas tersebut.
"Rencana kami, di areal sekitar ruas-ruas tersebut akan dibangun kawasan terpadu," ujar Hiramsyah.
Sukuk Rp 300 Miliar
Bakrieland juga berencana menerbitkan sukuk sebanyak-banyaknya Rp 300 miliar triwulan I 2009. Dananya akan digunakan untuk pengembangan landed residential.
"Kami sedang mengkaji opsi penerbitan sukuk triwulan I 2009. Dananya untuk pengembangan proyek-proyek landed residential," ujarnya.
Meski Hiramsyah belum dapat mengungkapkan angka pasti rencana penerbitan sukuk tersebut, namun ia memastikan jumlahnya tidak melebihi obligasi konvensional sebesar Rp 500 miliar yang telah diterbitkan ELTY pada Maret lalu.
"Ya pastinya tidak melebihi jumlah obligasi yang kemarin. Paling banyak mungkin Rp 300 miliar," ujar Hiramsyah.
Pada Maret lalu, ELTY telah menerbitkan dua seri obligasi konvensional senilai Rp 500 miliar dengan tenor masing-masing 3 tahun dan 5 tahun.
Total utang ELTY saat ini sebesar Rp 1 triliun, terdiri dari utang obligasi Rp 500 miliar dan utang perbankan Rp 500 miliar.
"Posisi kas internal kami masih cukup kuat sekitar Rp 4,2 triliun per semester I lalu. Sebenarnya kami bisa saja menarik pinjaman perbankan dalam jumlah besar. Opsi-opsi tersebut masih kami kaji," imbuhnya.
Dana hasil sukuk, rencananya akan digunakan untuk menambah pendanaan proyek-proyek landed residential terkini milik ELTY, antara lain: Bogor Nirwana Residence (Bogor), Ijen Nirwana Residence (Malang) dan Batam Nirwana Residence (Batam).
"Kami juga sedang mengkaji untuk mengajak mitra strategis dalam penggarapan proyek properti lainnya. Sudah ada beberapa dari asing yang tertarik. Tapi masih kami kaji lebih lanjut," ujar Hiramsyah. (dro/ddn)











































