Pada perdagangan Jumat (12/9/2008) pukul 10.45 waktu JATS, IHSG anjlok hingga 47,870 poin (2,56%) ke level 1.822,263. Ini adalah level terburuk IHSG sejak April 2007. Sementara nilai tukar rupiah terkapar di 9.455 per dolar AS.
Saham-saham perbankan dan Grup Astra masih terpukul. Astra International (ASII) turun hingga Rp 1.750 menjadi Rp 15.600, United Tractor (UNTR) turun Rp 500 menjadi Rp 8.900, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 200 menjadi Rp 12.600.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal sebagian bursa-bursa regional yang sudah membaik mengikuti penguatan Wall Street sebelumnya. Indeks Nikkei-225 naik 1,06%, KOSPI naik 1,4%, Hang Seng turun 0,7%.
"Pergerakan pasar saham sekarang masih belum menunjukkan siklus yang jelas. Kemarin telekomunikasi dan perbankan baik-baik saja, tapi sekarang malah fluktuasi," kata pengamat pasar modal Edwin Sinaga ketika dihubungi detikFinance.
Pada perdagangan kemarin, Indeks Dow Jones akhirnya menguat 164,79 poin (1,46%) ke level 11.433,71. Nasdaq juga menguat 29,52 poin (1,32%) ke level 2.258,22, Standard & Poor's naik 17,01 poin (1,28%) ke level 1.249,05.
Sementara harga minyak yang kemarin ditutup melemah, akhirnya kembali naik tipis di perdagangan Asia. Kontrak utama minyak jenis light pengiriman Oktober naik tipis 47 sen ke US$ 101,34 per barel. Sementara minyak jenis Brent pengiriman Oktober naik 61 sen menjadi US$ 98,25 per barel. (qom/ddn)











































