"Mulai tahun depan kami akan minta seluruh BUMN terbuka untuk memasukan agenda buy back dalam RUPS," ujar Menneg BUMN Sofyan Djalil sebelum shalat jumat di Gedung Garuda, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/9/2008).
Rencana pembelian saham kembali tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jatuhnya harga saham BUMN. Maka dari itu pemerintah meminta kepada para masing-masing BUMN terbuka untuk mengalokasikan dana terkait rencana buy back tersebut.
Ia mengatakan, saat ini hanya PT Telekomunikasi Indonesia yang sudah menyiapkan dana untuk program buy back hingga tahun 2009. "Dana yang disiapkan oleh Telkom untuk buy back sebesar Rp 3 triliun, itu sudah dibicarakan dalam RUPS mereka," katanya.
Namun menurut Sofyan, kinerja Telkom saat ini sudah outperform, "Jadi mungkin untuk Telkom tidak perlu lakukan buy back," pungkasnya. (ang/qom)











































