Dan pada perdagangan Jumat (12/9/2008), IHSG akhirnya ditutup melorot 66,071 poin (3,53%) ke level 1.804,062. Indeks LQ 45 turun 15,59 poin (4,1%) ke level 360,414.
IHSG sempat menyentuh level terendahnya di 1767,249. Posisi ini berarti yang dibandingkan posisi per akhir Maret 2007 saat IHSG menyentuh 1.818.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham grup Astra masih terkulai, seperti Astra International (ASII) turun Rp 1750 menjadi Rp 15.600, United Tractor (UNTR) turun Rp 450 menjadi Rp 8.950, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 50 menjadi Rp 12.750.
Sementara saham Bumi Resources (BUMI) yang sempat perkasa dengan mencatat kenaikan di awal perdagangan, akhirnya ditutup turun Rp 75 menjadi Rp 3.600.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain, Telkom (TLKM) turun Rp 350 menjadi Rp 5.050, PGN (PGAS) turun Rp 25 menjadi Rp 2.025, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 175 menjadi Rp 2.450, Timah (TINS) turun Rp 20 menjadi Rp 1.530.
Sedangkan saham-saham yang berhasil naik antara lain Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 200 menjadi Rp 20.750, Trada Maritime (TRAM) naik Rp 41 menjadi Rp 255, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 25 menjadi Rp 3.525.
Bursa-bursa Asia cukup variatif. Indeks Hang Seng turun 0,2%, Nikkei-225 turun 1,25%, KOSPI naik 2,4%.
Analis saham Edwin Sinaga mengatakan, kemerosotan IHSG kali ini merupakan emosi para spekulan semata. IHSG belum memiliki arah pergerakan yang pasti.
"Siklusnya belum jelas arahnya mau kemana. Kemarin saham telekomunikasi dan perbankan normal, sekarang malah tidak normal. Jadi belum ketahuan maunya kemana," katanya ketika dihubungi detikFinance.
(qom/ddn)











































