Berikut review IHSG untuk perdagangan Jumat (1/9/2008) oleh eTrading Securities:
Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini kembali mengalami kerontokan. Indeks bahkan sempat merosot -102 poin pada perdagangan tadi meski akhirnya ditutup -66 poin (-3,5%) ke level 1804.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merosotnya nilai tukar rupiah yang mencapai Rp9500/US$ dan hancurnya harga Obligasi di Fixed Income Market juga memberi sentimen negatif pada bursa. Sementara sektor komoditas menjadi yang paling defensif hari ini, setelah penguatan pada saham-saham batubara dan timah.
Pergerakan bursa Indonesia sudah mulai mengabaikan sentimen pergerakan bursa Regional, US dan bahkan Eropa yang bergerak menguat signifikan hari ini. Investor bursa Indonesia lebih menjurus pada teori 'self fulfilling mechanism' dimana ketakutan investor justru menjadi sentimen negatif di bursa dan mengabaikan fundamental yang ada di pasar.
Top Loser hari ini berganti trend, dari sebelumnya sektor mining, Agri dan energy-related, beralih menjadi sektor automotive, consumer dan banking yang merupakan saham-saham defensif. ASII menjadi lagging terbesar dengan melemah 1.750 poin (-10%) ke level 15600, terendah sejak 1 tahun lalu. UNVR (-7,3%), TLKM (-4,8%), BBRI (-6,5%), BMRI (-6,6%), BBCA (-5,2%) dan UNTR (-4,8%).
Sementara, hanya 27 saham dari 465 saham di BEI yang menguat hari ini. Top Gainer hari ini antara lain TRAM (+19%) dalam 3 hari pasca IPO telah menguat 100%. Disusul ITMG (+1%), SMGR (+0,7%), SGRO (+0,5%) dan CMNP (+13%).
Indeks sendiri menutup pekan ini dengan kehilangan 218 poin atau sekitar 10,7% hanya dalam 5 hari perdagangan.
(qom/qom)











































