Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani usai acara buka puasa bersama di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat malam (12/9/2008).
"Sikap pemerintah kepada seluruh investir dan pelaku ekonomi adalah kita tetap waspada dan berhati-hati, tapi jangan panik. Karena kami dan BI akan terus melakukan monitoring sangat dekat untuk melihat kira-kira titik-titik mana saja yang vulnerable," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sri Mulyani menambahkan, kondisi fundamental ekonomi masih membaik meskipun saat ini masih terjadi gejolak pada perekonomian dunia khususnya pada sektor keuangan di Amerika Serikat.
"Saat ini fundamental ekonomi tidak berbeda, pertumbuhan ekonomi saya perkirakan akan lebih baik. Namun kondisi likuiditas akan kita cermati, saya akan terus menerus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk mengamati perekonomian," tuturnya.
Sementara untuk APBN-P 2008 Sri Mulyani mengatakan kondisi pelemahan rupiah yang terjadi tidak akan banyak berpengaruh.
"Kalau kita semua tenang, pemerintah dan pelaku usaha artinya pemerintah tetap berhati-hati dalam membuat keputusan, maka proses ini akan lebih mudah kita hadapi," tandasnya. (dnl/qom)











































