Lehman di Ambang Kebangkrutan, Perdagangan Darurat Dibuka

Lehman di Ambang Kebangkrutan, Perdagangan Darurat Dibuka

- detikFinance
Senin, 15 Sep 2008 07:31 WIB
Lehman di Ambang Kebangkrutan, Perdagangan Darurat Dibuka
New York - Lehman Brothers di ambang kebangkrutan. Sebuah sesi perdagangan darurat dibuka pada Minggu (14/9/2008) petang, sehingga memungkinkan para pialang Wall Street untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan akibat kebangkrutan Lehman.

"Ini adalah sebuah momen yang luar biasa dan sangat jarang," jelas Mohamed El-Erian, kepala eksekutif Pimco, lembaga investasi surat utang terbesar dunia, seperti dikutip dari Reuters, Senin (15/9/2008).

Menurut International Swaps and Derivatives Association (ISDA), sesi darurat perdagangan dibuka pada pukul Minggu, pukul 14.00-16.00 waktu New York. Namun menurut ISDA, perdagangan diperpanjang selama 2 jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdagangan kali ini meliputi derivatif untuk kredit, saham,valas dan komoditas. ISDA memperkirakan pasar derivatif OTC (Over The Counter) dengan mengecualikan komoditas mencapai US$ 455 triliun.

Sebuah sumber mengatakan, perdagangan darurat ini diusulkan oleh Bank Sentral AS (Federal Reserve). Tujuannya adalah untuk mengurangi risiko yang berhubungan dengan potensi kebangkrutan yang kemungkinan akan diajukan Lehman Brothers Holdings Inc.

Memang kebangkrutan Lehman sepertinya sudah diambang mata. Braclays yang sebelumnya dijagokan untuk mengambil alih Lehman -- tak termasuk kredit macet mortgage--- dikabarkan membatalkan niatnya.

Pemerintah, Bank Sentral AS serta para pimpinan bank-bank investasi raksasa sebelumnya telah menggelar pertemuan darurat selama tiga hari berturut-turut guna mencari solusi untuk Lehman Brothers.

Para stakeholder itu berusaha mencari jalan agar aset-aset bermasalah dari Lehman ikut-ikutan 'meracuni' pasar global.

Diantara yang hadir antara lain CEO Goldman Sachs, Merrill Lynch, JP Morgan dan Citigroup. Menurut sebuah sumber, suasana pertemuan darurat akhir pekan lalu di New York itu menyerupai peristiwa pada tahun 1998, saat diputuskan bailout untuk Long-Term Capital management (LTCM).

Pada Sabtu siang, CEO JP Morgan Jamie Dimon, CEO Merril John Thain dan CEO Citigroup Vikram Pandit terlihat meninggalkan markas The Fed di New York tanpa berbicara sedikitpun. Seorang juru bicara dari Bank Sentral New York mengkonfirmasi bahwa pertemuan tidak menghasilkan apapun.

Lehman Brothers merupakan salah satu 'korban' dari krisis subprime mortgage di AS. Banyaknya kredit macet sektor perumahan membuat bank investasi terbesar keempat AS ini ikut-ikutan tak berdaya.

Saham Lehman sudah anjlok hingga 90% sepanjang tahun 2008. Bank berusia 158 tahun itu sudah berusaha mencari suntikan dana kesana kemarin, menyusul kerugian yang diperkirakan mencapai US$ 3,9 miliar akibat hapus buku dari aset-aset yang berhubungan dengan mortgage.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads