Saham-saham murah yang bertebaran itu seperti Astra International (ASII) yang kini di harga Rp 15.600, United Tractor (UNTR) di harga Rp 8.950, Astra Agro Lestari (AALI) diharga Rp 12.750. Saham Bumi Resources (BUMI) juga berada di posisi bawah Rp 3.600.
Namun pelaku pasar memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Senin (15/9/2008) masih akan bergerak anomali dengan bursa global lainnya. Aksi panik investor lokal pada pekan lalu telah menjadi pemicunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan bursa saham Wall Street pada akhir pekan lalu, Jumat (12/9/2008) bergerak terbatas seperti Dow Jones turun 11,72 poin (0,1%) menjadi 11.421,99, Nasdaq naik 3,05 poin (0,14%) menjadi 2.261,27 dan S&P 500 naik 2,65 poin (0,21%) menjadi 1.251,70.
Sementara pada perdagangan Jumat lalu (12/9/2008), IHSG merosot 66,071 poin (3,53%) ke level 1.804,062.
IHSG diperkirakan masih akan mengalami koreksi pada pekan ini karena pasar juga masih menunggu hasil pertemuan Bank Sentral AS (The Fed), Selasa 16 September 2008.
"Kelihatannya IHSG masih akan terkoreksi. Belum ada tanda-tanda muncul demand yang bisa mendorong IHSG. Sepertinya hasil The Fed meeting Selasa mendatang sangat ditunggu-tunggu bursa di seluruh dunia dan diharapkan dapat membawa angin segar," ujar analis PT Optima Securities, Iksan Binarto saat dihubungi detikFinance, Sabtu (13/9/2008).
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks telah turun 270 poin selama enam hari terakhir ke level 1.804 yang merupakan anomali market. Investor saat ini dalam bertransaksi lebih memilih emosi sehingga arah pergerakan indeks jauh menyimpang dari kondisi bursa regional lainnya. Rencana buyback dari 5 BUMN seperti BBRI, ADHI, BBNI, WIKA dan ANTM disamping emiten lain seperti BUMI, TLKM dan BBCA bisa jadi angin segar ke bursa yang sepi sentimen positif saat ini. Selanjutnya sidang The Fed Meeting esok lusa akan menjadi perhatian seluruh pelaku pasar dunia. Indeks diperkirakan bergerak dikisaran 1.720-1.840 dengan pilihan saham: SGRO, SMGR, PTBA, AALI dan SMCB.
eTrading Securities
Minyak dunia menembus level Fisiology $100, menetap pada level $99/barrel. Badai Ike tidak separah yang diperkirakan pasar. Sementara Coal Newc turun menjadi $151/ton sementara Metal rata-rata naik, Nikel +4%, Tin +1% dan Gold +3%.
Pedagangan Dow juga masih terkonsolidasi, akhir pekan kemarin Dow di tutup -1,1% menjadi 11.422. Indikator ekonomi dan financial boil-out membuat pasar bergerak tidak pasti. Sementara untuk perdagangan regional rata-rata dibuka mixed, HSI -0,81%, STI -1,3%, KLSE +0,3% dan KS11 -2,4%.
Untuk perdagangan indek diawal pekan ini diperkirakan akan side-way, faktor penurunan IHSG akhir-akhir ini hanya berdasarkan teknikal. Force Selling terjadi pada beberapa counter yang menjadi penurunan terbanyak. Tidak ada data negatif dari ekonomi indonesia, yang ada malah berita baik. Yaitu pemerintah akan menurunkan Harga BBM subsidy apabila harga minyak turun ke level $95/barrel. Range Indek di perkirakan antara 1780 - 1840.
(ir/ir)











































