"Kita coba lihat bahwa ini masih global adjustment, fenomenanya masih strong dolar, ini memang tidak bisa kita lawan, tapi kita akan menjaga jangan sampai fluktuasinya terlalu besar, meskipun BI tidak akan menargetkan suatu level tertentu," kata deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono.
Hal itu diungkapkan Hartadi usai pertemuan otoritas moneter dan pelaku pasar dengan pemerintah di kantor Menkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (15/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari waktu ke waktu kita masuk ke pasar, apabila demand-nya terlalu tinggi kita masuk, kemudian juga kita tetap melakukan open market operation untuk day to day liquidity management. Dan juga kita menyiapkan langkah untuk menyelesaikan permasalahan likuditas yang ketat di pasar," katanya.
Pada perdagangan valas Senin (15/9/2008) pukul 12.00 WIB rupiah kembali turun 25 poin ke posisi 9.450 per dolar AS. (ir/qom)











































