IHSG Ambles 84 Poin, Terendah Sejak November 2006

IHSG Ambles 84 Poin, Terendah Sejak November 2006

- detikFinance
Senin, 15 Sep 2008 16:17 WIB
IHSG Ambles 84 Poin, Terendah Sejak November 2006
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami pukulan hebat karena gonjang-ganjing pasar finansial global. Bangkrutnya Lehman Brothers di AS ikut menular ke IHSG.

Bursa-bursa utama dunia mengalami kemerosotan tajam, setelah Lehman Brothers yang merupakan bank investasi terbesar ke-4 di AS, mengumumkan rencananya untuk mendaftarkan kebangkrutan perusahaan. Selain itu juga ada kabar Bank of America yang akan membeli Merrill Lynch.

Pada penutupan perdagangan saham Senin (15/9/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam 84,808 poin (4,7%) menjadi 1.719,254. Posisi IHSG ini merupakan terendah sejak 24 November 2006 yang ada di posisi 1.717,729.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks LQ-45 turun 21,111 poin (5,86%) menjadi 339,303 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 16,776 poin (5,96%) menjadi 264,613.

Pelaku pasar terus melepas saham-saham unggulan karena sentimen global itu. Padahal harga saham yang sedang murah biasanya membuat investor melakukan aksi beli, namun aksi beli itu hingga kini belum terlihat.

Tutupnya pasar saham Hong Kong, Jepang dan Korea pada Senin ini karena libur nasional membuat IHSG dan rupiah makin tidak bisa menahan gejolak eksternal. Sedangkan saham Asia yang anjlok adalah STI Singapura turun 3,35% dan Taiwan turun 4,09%.

Mengantisipasi situasi sulit ini, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani mengumpulkan pelaku pasar dan otoritas moneter serta asosiasi terkait untuk membahas mengenai permasalah sektor keuangan global yang sedang melemah saat ini.

Menkeu mengatakan secara makro keadaan dan likuiditas ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah gejolak pasar global dan keuangan domestik.

Pemerintah bersama BI telah siap mengmbil langkah-langkah terkoordinasi dan terstruktur yang diperlukan untuk mengatasi tekanan likuditas dan mengembalikan kepercayaan para pelaku ekonomi.

Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 49.942 kali, dengan volume 3,489 miliar unit saham, senilai Rp 3,594 triliun. Sebanyak 18 saham naik, 192 saham turun dan 43 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 100 menjadi Rp 3.500, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 75 menjadi Rp 2.650, Astra Internasional (ASII) turun Rp 400 menjadi Rp 15.200, Timah (TINS) turun Rp 280 menjadi Rp 1.250, Telkom (TLKM) turun Rp 600 menjadi Rp 6,250, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 125 menjadi Rp 1.900, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 250 menjadi Rp 4.800, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 200 menjadi Rp 2.250 dan Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 180 menjadi Rp 1.020.

Sedangkan saham-saham yang naik hargaya antara lain Indosat (ISAT) naik Rp 100 menjadi Rp 5.900, Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 350 menjadi Rp 7.250 dan Bentoel International (RMBA) naik Rp 10 menjadi Rp 710.

Berikut analisis eTrading Securities:

Indeks lagi-lagi meneruskan pelemahannya selama lima hari berturut-turut ke level 1.719,254. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp3,5 trilliun (30% di antaranya merupakan transaksi BISI tutup sendiri). Pada perdagangan sesi kedua, indeks cenderung bergerak turun hingga sempat menyentuh 1.701,589, namun pada last minute indeks naik tajam.

Sektor consumer (+0,8%) merupakan satu-satunya sektor yang menahan anjloknya indeks. Sementara dari sektor komoditas, turunnya harga minyak sampai menembus level $100 menyebabkan saham-saham perusahaan batubara menerukan pelemahannya.

Harga timah yang menembus level $19.000 tidak lantas membuat harga TINS meningkat, malah sebaliknya TINS (-18,3%) ke level Rp1.250. Melemahnya IHSG juga diikuti oleh jatuhnya indeks regional lainnya seperti Hang Seng (-0,18%) dan Singapore Strait Times (-3,27%).

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads