Investor Pertanyakan Pinjaman Tse Kam Bui ke Davomas

Investor Pertanyakan Pinjaman Tse Kam Bui ke Davomas

- detikFinance
Senin, 15 Sep 2008 16:57 WIB
Investor Pertanyakan Pinjaman Tse Kam Bui ke Davomas
Jakarta - Perusahaan coklat PT Davomas Abadi Tbk (DAVO) memperoleh pinjaman sebesar US$ 100 juta dari Centerpiece Group Ltd, perusahaan bayangan milik Tse Kam Bui di British Virgin Island. Pemegang saham minoritas mempertanyakan aksi tersebut.

"Pinjaman tersebut tidak jelas. Sebab Tse Kam Bui adalah pemegang saham mayoritas perseroan. Keberadaan Centerpiece juga tidak jelas," ujar Agus, salah seorang pemegang saham minoritas DAVO, usai RUPSLB di hotel Crowne Plaza, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (15/9/2008).

Keluhan Agus dapat dimaklumi. Sebab pinjaman sebesar US$ 100 juta tersebut dikucurkan tanpa bunga dan jaminan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain itu, ada perbenturan kepentingan dalam RUPSLB tadi. Tapi kami tidak bisa apa-apa, kepemilikan kami tidak berpengaruh pada keputusan rapat," keluh Agus.

Sayangnya, manajemen perseroan memilih bungkam dan menolak memberikan komentar mengenai hal ini.

Namun berdasarkan prospektus yang dipublikasikan ke publik, Centerpiece berencana mengucurkan dana US$ 100 juta tanpa bunga dan jaminan yang akan jatuh tempo 9 Mei 2011.

Centerpiece adalah perusahaan investasi yang berdiri di bawah hukum British Virgin Island pada 28 Januari 2008. Tse Kam Bui menguasai 100% saham di Centerpiece. Anehnya, direksi Centerpiece hanya terdiri dari Tse Kam Bui, tanpa ada jajaran manajemen lainnya.

Nilia Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Centerpice juga hanya sebesar US$ 50 ribu. Hal ini juga menjadi pertanyaan pemegang saham minoritas DAVO.

Tse Kam Bui juga merupakan pemegang 51,87% saham secara tidak langsung dalam struktur kepemilikan saham DAVO, yaitu melalui Hassocks Enterprises Ltd (23,17%), Caterpillar Associates Ltd (11,46%), Krigler Holdings Ltd (7,75%), Polar Cap Investments (6,09%) dan Templeton Asset Ltd (3,4%).

Sementara mengenai alokasi pinjaman tersebut, rencananya akan digunakan untuk membangun pabrik Rp 277,9 miliar, membeli mesin dan peralatan Rp 952,6 miliar dan pembelian tanah seluas 15 hektar Rp 60 miliar.

Saat ini kapasitas pabrik kakao DAVO sebanyak 140 ribu ton. Dengan tambahan pabrik baru yang ditargetkan beroperasi di triwulan I 2010, kapasitas produksi kakao perseroan akan menjadi sebanyak 180 ribu ton per tahun. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads