Pada perdagangan Senin (15/9/2008), saham-saham di Wall Street terutama dari sektor finansial hancur-hancuran. Indeks Dow Jones Industrial Average dibuka langsung anjlok 299,22 poin (2,625) ke level 11.122,77.
Standard & Poor's 500 tumbang 31,40 poin (2,51%) ke level 1.220,30 dan Nasdaq merosot 40,18 poin (1,78%) ke level 2.221,09.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa-bursa Asia sebelumnya sudah mendahului kemerosotan. Taiwan anjlok 4,09%, Filipina anjlok 4,2%, Australia turun 1,8%, Singapura turun 2,26%. India anjlok 5,19% dan Indonesia turun 4,7%.
Bursa Eropa selanjutnya mengekor. Indeks Paris CAC 40 anjlok 3,78%, FTSE 100 London anjlok 3,92% danΒ DAX Franfurt turun 2,74%.
'Black Monday' ini terjadi setelah Lehman Brothers gagal mendapatkan investor yang mau menyuntikkan dananya, sehingga harus berakhir dengan kebangkrutan.
Bank yang sudah berusia 158 tahun itu akhirnya mengumumkan telah meminta perlindungan kebangkrutan. Saham Lehman sudah anjlok hingga 94% sepanjang tahun ini.
Kabar lainnya yang ikut mengguncang adalah akuisisi Merrill Lynch oleh Bank of America senilai US$ 50 miliar. Merrill mencatat rugi bersih US$ 17 miliar selama 4 kuartal terakhir. Sepanjang pekan lalu, saham Merrill sudah anjlok 27%.
Setelah pengumuman akuisisi tersebut, saham Merrill memang naik 23%, sementara saham Bank of America justru turun 15%.
Sementara perusahaan asuransi AIG dan juga Washington Mutual juga dikhawatirkan akan terkena dampak dari krisis kredit di AS juga. Kedua perusahaan itu harus berupaya keras untuk menaikkan modal guna memperbaiki neraca keuangannya.
Faktor-faktor faktor itu lantas membuat para investor bertanya-tanya. Siapa lagi korban berikutnya? Seberapa parah dampak dari masalah di AS itu terhadap sistem finansial global?
"Segala sesuatu tertekan ke bawah karena pasar saham sedang berusaha menggambarkan yang akan dilakukan dari penjualan Merrill dan kebangkrutan Lehman baik kepada pasar saham maupun perekonomian," jelas Al Goldman dari Wachocia Securities.
"Respons pertama adalah akan memukul pasar saham sekeras mungkin karena pasar benci ketidakpastian," imbuhnya.
Presiden AS George Walker Bush menyatakan, pihaknya sedang berupaya untuk meminimalkan dampak dari kejadian 'menyakitkan' di pasar finansial dunia saat ini.
"Kita sedang bekerja untuk mengurangi gangguan dan meminimalkan dampak dari perkembangan pasar finansial terhadap perekonomian," jelas Presiden Bush.
Ia khawatir jika masalah ini tak segera ditangani, maka akan memicu keguncangan pasar finansial dunia.
"Dalam jangka pendek, penyesuaian di pasar finansial kemungkinan akan menyakitkan. Namun dalam jangka panjang, saya yakin bahwa pasar modal kita akan fleksibel dan tangguh serta dapat menghadapi berbagai penyesuaian ini," tambahnya.
(qom/qom)











































