Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad mengatakan dirinya bahkan baru mengetahui Maybank membatalkan rencana akuisisinya terhadap BII dari pihak lain.
"Ada teman dari Malaysia yang beritahu, saya belum bisa memberi komentar apa-apa," katanya usai acara buka puasa bersama di LPPI, Jalan Kemang Raya, Jakarta, Senin malam (15/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak mengikuti dari dekat perkembangannya, kita akan cari informasi tambahan lagi dengan informasi yang baru tadi diterima. Saya juga baru baca, belum bisa kasih komentar," katanya.
Muliaman menambahkan, pihaknya belum bisa mengatakan apa tindakan yang akan dilakukan dengan pembatalan ini, meskipun berbagai kalangan perbankan menganggap batalnya rencana akuisisi ini berarti meremehkan otoritas perbankan dan pasar modal di Indonesia.
"Masalahnya ada persoalan lain, kita lihat sajalah nanti. Kan dari mereka yang membatalkan, kita nanti lihat," imbuhnya.
Dikatakannya juga sampai saat ini belum ada sanksi yang akan ditetapkan oleh BI terkait dengan batalnya rencana akuisisi dari Maybank.
Pembatalan akuisisi BII sebenarnya bisa tersirat dari surat yang dikirimkan Maybank ke Bursa Malaysia. Dalam keterbukaan informasinya, Maybank menyatakan bahwa Bapepam-LK tak mau mengecualikan mereka dari aturan tender offer.
Dalam aturan tersebut, Maybank diwajibkan melepas lagi 20% saham BII ke publik setelah dua tahun. Penolakan Bapepam itu tercantum dalam surat tertanggal 9 September. Sementara pengajuan pengecualian dikirim Maybank pada 4 September. Tenggat waktu akuisisi BII sedianya akan berakhir pada 26 September.
Bapepam sebelumnya menolak keinginan Maybank, dengan mengatakan bahwa pengecualian dari aturan yang berlaku efektif pada Juli itu akan menimbulkan preseden negatif pada aturan baru tersebut dan menurunkan kredibilitas Bapepam.
Kabar pembatalan rencana akuisisi itu justru membuat saham Maybank naik. Pada perdagangan kemarin, saham Maybank naik 0,7% menjadi 7,75 ringgit ditengah kemerosotan indeks saham Malaysia sebesar 1,4%.
"Banyak orang yang tidak senang dengan kesepakatan ini. Jika akhirnya dibatalkan, maka ini akan menjadi berita positif bagi Maybank," ujar seorang pialang lokal seperti dikutip dari Reuters.
Maybank sebelumnya telah mengajukan rencana akuisisi BII senilai US$ 2,7 miliar. Namun Bank Sentral Malaysia selanjutnya mencabut izin akuisisi dengan alasan adanya aturan tender offer bisa merugikan Maybank. (dnl/qom)











































