Gonjang-ganjing Pasar Saham Masih Berlanjut

Gonjang-ganjing Pasar Saham Masih Berlanjut

- detikFinance
Selasa, 16 Sep 2008 07:39 WIB
Gonjang-ganjing Pasar Saham Masih Berlanjut
Jakarta - Jatuhnya raksasa finansial di AS yakni Lehman Brothers akan terus mempengaruhi gonjang-ganjing di pasar saham. Pelaku pasar melihat masih akan ada lagi korban lain yang akan berguguran.

Bursa saham dunia termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal terus mengalami tekanan pada perdagangan saham Selasa (16/9/2008).

Pelaku pasar belum bisa melihat kapan kekisruhan di pasar global ini akan berakhir. Malahan yang terjadi, investor mulai bersiap-siap jika ada perusahaan finansial yang kembali ambruk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena sebelumnya sudah ada perusahaan finansial di AS yang bangkrut karena sengkarut kredit subprime mortgage seperti Bear Stearns, Northern Rock, Fannie Mae, dan Freddie Mac. Kini American International Group (AIG), salah satu perusahaan asuransi terbesar dunia kemungkinan juga harus menghadapi masalah serupa.

Pada perdagangan Senin (15/9/2008), indeks Dow Jones, Industrial Average ditutup anjlok di bawah 11.000 (4,42%) ke level 10.917,51. Ini adalah kemerosotan terbesar dalam sehari perdagangan sejak serangan teroris September 2001. Nasdaq juga anjlok 3,6% ke level 2.179,91, sementara Standard & Poor's anjlok 4,71% ke level 1.192,70.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (15/9/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam 84,808 poin (4,7%) menjadi 1.719,254, yang merupakan level terendah sejak 24 November 2006.

Pelaku pasar kini menanti langkah apa yang akan dilakukan the Fed dalam sidang 16 September 2008. Kebijakan the Fed diharapkan bisa menahan keterpurukan pasar di Wall Street yang akan mengimbas ke bursa global.

Turunnya harga minyak yang kini di level US$ 95 per barel akan membuat saham komoditas kembali terpuruk. Investor di BEI harus bermain cerdik dan tidak panik untuk menyiasati pasar yang sedang sakit.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Di saat bursa regional sedang libur, indeks kembali membuat new break low dengan melemah 84 poin (4,7%) menjadi 1.719 dipicu sentimen negatif bangkrutnya Lehman Brothers, bank investasi terbesar ke-4 di USA. Investor melakukan sell off sebagai antisipasi jatuhnya Dow Jones ditambah harga minyak yang telah menembus dibawah US$ 100/barel ikut menekan harga komoditas. Indeks saat ini masih dalam trend bearish dengan pergerakan harian dilevel 1.680-1.770 dengan pilihan saham: APEX, UNVR, INDF, dan ISAT.

eTrading Securities


Bursa Indonesia memulai awal pekan ini dengan penuh 'darah', dengan kembali melorot ke level terendah sejak 21 bulan terakhir. Indeks ditutup melemah 4,7% ke level 1719,2 dengan trading value yang sangat kecil, hanya sekitar Rp2,5 triliun (setelah dikurangi transaksi BISI.TS sebesar Rp1 triliun). Bubble burst di pasar komoditas dunia masih menjadi sentimen negatif utama bagi para investor.

Diperparah dengan sentimen global dari krisis finanasial di US dan Eropa yang memakan korban bangkrutnya bank investasi terbesar ke-4 di US, Lehman Brothers. Sementara bursa US pada perdagangan semalam jatuh lebih dari 500 poin, penurunan terbesar sejak tragedi 9/11 tahun 2001. Indeks Dow turun 4,42% menembus level psikologis 11.000. Sentimen negatif tetap berasal dari sektor finansial terkait bangkrutnya Lehman Brothers, merger antara Merrill Lynch dan Bank of America yang mengejutkan, serta kegagalan AIG untuk mendapatkan suntikan dana baru. Minyak dunia turun ke level US$93,7/barrel yang turut disertai dengan turunnya harga komoditas lainnya juga turut memberi sentimen negatif ke bursa global.

Bursa Asia sendiri dibuka melemah tajam pada perdagangan hari ini. Nikkei -4,5%, KOSPI -6%, STI -2,5%, dan KLSE -1,2%. Bursa Indonesia tampaknya akan kembali mencetak rekor new low untuk tahun 2008 ini seiring tidak adanya sentimen positif dari bursa global maupun pasar komoditas. Level 1700 diperkirakan akan tertembus pada perdagangan hari ini, apalagi jika aksi panic selling kembali masuk ke bursa Indonesia. Meski fundamental perusahaan dan sektor riil perekonomian dalam negeri masih kuat, namun investor tetap 'trading by sentiment'. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1650 - 1740.Β 
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads