Lepas Medco dan Bank Mandiri

Rekomendasi Saham

Lepas Medco dan Bank Mandiri

- detikFinance
Selasa, 16 Sep 2008 09:31 WIB
Lepas Medco dan Bank Mandiri
Jakarta - Pailitnya Lehman Brothers dan anjloknya harga komoditas mulai dari minyak, timah, nikel dan CPO menimbulkan spekulasi bahwa krisis kredit dan perlambatan ekonomi global masih akan memburuk. Pelaku pasar memilih melepas dulu saham-saham unggulan seperti Medco dan Bank Mandiri.

Panin Sekuritas dalam analisa Selasa (16/9/2008) memaparkan, Indeks Dow Jones tadi malam turun 4.4% (504 pts), salah satu penurunan terdalam sejak serangan teroris 11 September 2001 lalu. Saham sektor finansial menjadi pendorong jatuhnya Dow Jones tadi malam. Saham AIG mengalami penurunan sebesar -61%, Washington Mutual turun 27%.

Hari ini kami perkirakan bursa regional, termasuk IHSG masih akan bergerak turun. Harga minyak pagi ini terlihat turun -2.20% pada level US$ 93,60 per barel. Jika diperhatikan IHSG dibandingkan dengan awal tahun, telah mengalami penurunan 37,39% (P/E 11.13x).

Secara teknikal, IHSG memang terlihat sudah berada dalam kondisi deep oversold (Stochastic, RSI), akan tetapi dari momentum indikator belum terlihat adanya sinyal reversal. Target Fibonacci Retracement (138.2%) pada 1.608.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut pantauan secara teknikal dua emiten di Bursa Efek Indonesia.

Medco Energi Internasional (MEDC), anjloknya harga minyak memberi sentimen negatif bagi saham migas seperti MEDC dan ENRG. Kami perkirakan MEDC hari ini masih akan bergerak melemah dengan menguji kembali level support 3.575, jika tembus kemungkinan saham ini akan kembali menuju level 2.675 (FR 0.0%).

Bank Mandiri (BMRI),
saham perbankan akan terimbas dari efek krisis sektor finansial di AS. BMRI kami perkirakan akan kembali menuju level support 2.150. Beberapa indikator memang menunjukkan saham ini sudah berada dalam kondisi oversold. Trading jual.

Disclaimer:

Keputusan untuk melakukan jual, beli atau investasi saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi dan detikFinance tidak bertanggungjawab atas keputusan investasi yang diambil. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads