Timah Batal Akuisisi Tambang Australia

Timah Batal Akuisisi Tambang Australia

- detikFinance
Selasa, 16 Sep 2008 15:46 WIB
Timah Batal Akuisisi Tambang Australia
Jakarta - Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) produsen timah, PT Timah Tbk membatalkan rencana akuisisi tambang timah di Australia.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Timah Wachid Usman sebelum rapat bersama Komisi XI DPR di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (16/9/2008).

"Rencana akuisisi tambang timah di Australia kami nyatakan batal untuk sementara ini," ungkapnya.

Pernyataan batal tersebut dilancarkan setelah melihat hasil dari due diligence yang sudah dilakukan perseroan beberapa saat yang lalu.

Tambang di Australia tersebut merupakan tambang bekas yang sudah lama beroperasi dengan sisa cadangan sebanyak 11.000 ton.

"Dengan menurunnya harga komoditas, nilai cadangan sebanyak itu masih relatif kecil bagi perusahaan. Jika harga komoditi naik mungkin nilainya bisa lebih besar," ungkapnya.

Ia menambahkan, hasil dari kajian yang sudah dilakukan tidak memuaskan jika dilihat dari beberapa faktor, seperti biaya operasi, biaya produksi, lingkungan sekitar dan peraturan negara itu sendiri.

Rencananya dana yang digunakan untuk akuisisi tersebut akan diambil dari pinjaman bank.

"Kami sudah mendapat komitmen pinjaman sebanyak Rp 4 triliun, itu semua belum diambil," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak Rp 1,8 triliun berasal dari Bank Mandiri, sedangkan sisanya sebanyak Rp 2,2 triliun merupakan komitmen dari beberapa bank BUMN.

Timah pun sedang melakukan kajian untuk mencari tambang lain baik dalam negeri maupun luar nengeri. "Untuk tahun ini kami konsentrasi ke dalam negeri dulu," pungkasnya.

Menurutnya, tambang timah yang nantinya akan dijajaki di luar negeri berada di China, Kamboja, Vietnam dan Myanmar. Hingga akhir tahun, Timah menargetkan penjualan sebanyak 60.000 ton.

Sebanyak 42.000 ton merupakan kewajiban yang harus dipenuhi kepada klien-klien perseroan, sedangkan sebanyak 18.000 ton sisanya dijual lewat ekspor. (ang/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads