Wall Street Rebound di Tengah Harapan Penyelamatan AIG

Wall Street Rebound di Tengah Harapan Penyelamatan AIG

- detikFinance
Rabu, 17 Sep 2008 07:10 WIB
Wall Street Rebound di Tengah Harapan Penyelamatan AIG
New York - Setelah melalui hari perdagangan yang penuh gejolak, saham-saham di Wall Street akhirnya bisa rebound. Investor mengambil sentimen positif dari harapan tentang kemungkinan adanya langkah penyelamatan bagi raksasa asuransi American International Group (AIG).

Wall Street juga mengambil respons atas keputusan Bank Sentral AS (The Fed) yang menahan suku bunga 2%, dan merefleksikan kepercayaan bahwa perekonomian AS bisa berlalu dari berbagai guncangan ini.

Ditengah perdagangan yang sedemikian bergejolak, indeks Dow Jones akhirnya menguat 141,51 poin (1,30%) ke level 11.059,02. Nasdaq menguat 27,99 poin (1,28%) ke level 2.207,90 dan Standard & Poor's 500 naik 20,90 poin (1,75%) ke level 1.213,60.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gejolak di Wall Street terjadi karena investor khawatir AIG akan bernasib sama dengan Lehman Brothers yang sudah mengajukan perlindungan kebangkrutan. Perusahaan asuransi terbesar dengan aset 1 triliun dolar itu dikhawatirkan akan terkena efek domino dari kejatuhan pasar finansial dunia.

Seperti diketahui, Lehman Brothers sebelumnya telah mengumumkan kebangkrutan, sementara Merrill Lynch akhirnya harus 'menyerahkan diri' untuk diakuisisi Bank of America senilai US$ 50 miliar. Kedua bank investasi itu merupakan korban sekian dari krisis subprime mortgage di AS.

Saham AIG sendiri anjlok lebih dari 70% sejak pembukaan, sebelum akhirnya naik tipis. Saham AIG akhirnya ditutup turun 21% ke level 3,75 sen. Saham AIG pada Senin kemarin anjlok hingga 60%.

John Ryding, ekono, dari RDQ Economics mengatakan, rebound di Wall Street bukan disebabkan karena keputusan The Fed mempertahankan suku bunga kunci di 2%, namun lebih disebabkan karena laporan bahwa bank sentral tersebut terus bekerja untuk menyelamatkan AIG yang kini nyaris kolaps.

"Rally Wall Stret disebabkan karena persepsi bahwa the Fed memiliki kartu yang lain untuk menyelamatkan AIG," ujarnya seperti dikutip dari AFP, Rabu (17/9/2008).

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads