Indocement Percepat Pembayaran Utang

Indocement Percepat Pembayaran Utang

- detikFinance
Rabu, 17 Sep 2008 08:14 WIB
Indocement Percepat Pembayaran Utang
Jakarta - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk mempercepat pembayaran utang sebesar US$ 75 juta kepada pemegang saham mayoritas yaitu Heidelberg Cement Group dari total hutang perseroan sebesar US$ 150 juta.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk memaksimalkan pembayaran utang sebelum jatuh tempo.

Demikian dikatakan oleh Direktur Keuangan Indocement  Christian Kartawijaya, Selasa malam di gedung Indocement, Jakarta, Selasa (16/9/2008) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah  melaporkan ke Bapepam, perihal pembayaran utang yang dipercepat dari total utang sebesar US$ 150 juta, yangdibayarkan US$ 75 juta," jelasnya.

Menurut Christian, dengan pembayaran utang sebelum jatuh tempo maka langkah perseroan untuk melakukan ekspansi pada tahun  depan akan lebih ringan.

"Tahun ini tidak terlalu banyak investasi, kita bayar untuk bayar utang. Jadi ada opportunity, ini waktu yang tepat. Jatuh tempo baru Maret 2009 sebenarnya," ujarnya.

Sementara itu Presiden Direktur Incocement Daniel Lavalle mengatakan, permintaan semen hingga akhir tahun ini masih cukup tinggi terutama yang ditopang pada proyek-proyek  infrastruktur. Meskipun ia mengatakan pertumbuhan permintaan semen pada semester 2 tahun ini tidak sebaik tahun lalu.

Menghadapi permintaan semen tahun depan perseroan akan melakukan kajian untuk melakukan ekspansi bagi produksi baru.

"Soal ekspansi, ada beberapa lokasi sedang kita pertimbangkan untuk melakukan kajian," jelas Daniel.

Christian menambahkan untuk tahun depan perseroan akan melakukan penambahan produksi yang berlokasi  di Cirebon  sebanyaj 1,2 juta  ton dari sebelumnya yang melakukan penambahan 600.000 ton.

Penambahan produksi yang bertahap ini, lanjut Christian, agar memudahkan perseroan untuk memenuhi permintaan semen yang meningkat, meskipun dilakukan penambahan produksi yang bertahap dalam jumlah kecil.

Ia menambahkan pada tahun ini perseroan  mengestimasi kebutuhan capex sebesar US$ 60 juta sampai US$ 70 juta.



(hen/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads