Pelaku pasar akan mencoba melakukan pembelian selektif dengan sangat hati-hati pada perdagangan Rabu (17/9/2008) di tengah masih rentannnya pasar global.
Upaya Bank Indonesia (BI) yang memangkas bunga repo untuk melonggarkan likuiditas cukup memberikan angin segar ke pasar saham. Sementara keputusan the Fed mempertahankan suku bunga 2% ingin menunjukkan ekonomi AS masih kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (16/8/2008) IHSG akhirnya rebound dengan naik 16,382 poin (0,95%) menjadi 1.735,636.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Di tengah kondisi tekanan bursa regional yang melemah dan anjloknya harga komoditas, indeks kembali anomali dengan menguat 16 poin(0.9%) kelevel 1.735 sementara itu nilai transaksi mendekati Rp 5 triliun. Kenaikan tersebut perlu diwaspadai apakah bersifat sesaat atau sudah sustainable mengingat nilai tukar rupiah masih cenderung melemah serta harga minyak dan komoditas belum menunjukkan reversal. Intervensi pemerintah baik langsung maupun tidak langsung sangat diperlukan saat ini agar investor tidak ikut panic selling dan lebih rasional. Bursa akan mencermati hasil sidang dari The Fed meeting dengan perkiraan arah dilevel 1.640-1.780 dengan saham pilihan: TINS, ASII, PGAS, PTBA, dan BBRI.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin akhirnya berhasil membukukan rebound
setelah selama 10 hari berturut-turut mengalami pelemahan. Meski sempat melemah
menembus level 1600, indeks berhasil rebound dengan didominasi oleh penguatan
saham-saham BUMN across the board. Sentimen positif juga berasal dari penurunan
bunga Repo menjadi 10,25% untuk meningkatkan likuiditas di pasar finansial, serta
buy back yang dilakukan pemerintah di pasar obligasi. Terlihat mulai ada tendensi
intervensi pemerintah untuk memulihkan pasar finansial Indonesia yang telah terpuruk
ke level terendah sejak 20 bulan terakhir.
Sementara bursa US pada perdagangan semalam berhasil rebound akibat sentimen positif
dari AIG yang mendapat suntikan dana segar dari the Fed sebesar US$85 miliar. Fed
juga mempertahankan suku bunga di level 2%, meleset dari ekspektasi pasar yang
memperkirakan Fed Rate turun 25 bps. Penurunan harga minyak dunia yang sekarang
berada di level US$93,7 juga membawa inflasi Agustus di US turun untuk pertama
kalinya dalam 2 tahun terakhir. Beberapa bank sentral seperti Eropa, Jepang, US dan
Australia juga kembali menyuntikkan dana ke pasar finansial untuk membantu pemulihan
sektor ini. Kabar terakhir, Barclays Plc kembali berencana membeli Lehman Brothers
yang telah berada di ujung kebangkrutan senilai US$1,75 miliar. Mayoritas bursa Asia
pada perdagangan hari ini dibuka menguat setelah adanya sentimen recovery pada
sektor finansial US.
Bursa Indonesia sendiri saat ini sedang berada dalam momentum reversal, dan
berpeluang kembali menguat, seiring sentimen beli yang diawali pada perdagangan
kemarin. Namun pelemahan harga minyak yang juga diikuti dengan pelemahan harga
komoditas akan menahan laju penguatan indeks hari ini. Diperkirakan sektor defensif
seperti Automotive, banking dan Consumer akan Outperform indeks pada hari ini.
Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1700 - 1800.
(ir/ir)











































