PGN Saham Tahan Banting

Rekomendasi Saham

PGN Saham Tahan Banting

- detikFinance
Rabu, 17 Sep 2008 09:39 WIB
PGN Saham Tahan Banting
Jakarta - Bursa regional diperkirakan akan kembali bergerak menguat meskipun harga komoditas masih berada dalam pola downtrend. Di tengah pasar yang masih fluktuatif saham Perusahaan Gas Negara (PGN) bisa jadi pilihan karena cukup tahan banting terhadap tekanan pasar.

Panin Sekuritas dalam analisa Rabu (17/9/2008) memaparkan, setelah sempat kembali anjlok -100 poin pada sesi awal perdagangan kemarin, akhirnya IHSG berhasil ditutup menguat +16 poin di 1.735,66 pada Selasa kemarin (16/9/2008). Kenaikan IHSG didorong oleh aksi beli investor asing terhadap saham bluechip, seperti TLKM, PGAS, ASII, yang telah berada dalam area oversold.

Langkah The Fed mempertahankan suku bunga juga direspons oleh investor di AS. Indeks Dow Jones ditutup menguat 1.30% di tengah ketidakstabilan sektor finansial. Bursa regional diperkirakan akan kembali bergerak menguat pagi ini, meskipun harga komoditas masih berada dalam pola downtrend.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara teknikal, IHSG hari ini berpeluang untuk kembali menguat, dengan titik psikologis di 1.791. Jika berhasil menembus level tersebut, IHSG berhasil mengkonfirmasikan reversal (jangka pendek) dengan target 1.945. Beberapa indikator juga menunjukkan IHSG berada dalam kondisi deep oversold. Kami rekomendasikan buy on weakness terhadap saham unggulan yang sudah oversold.

Berikut pantauan secara teknikal dua emiten di Bursa Efek Indonesia.

Astra Internasional (ASII), kemarin naik besar, setelah sempat anjlok -30% dalam beberapa hari terakhir. Rebound nya saham ini diikuti oleh naiknya volume. ASII kami perkirakan akan menguji resistance harian di 17.500, jika berhasil tembus ASII diperkirkan akan kembali ke 19.000-an dalam jangka pendek. Trading buy.

Perusahaan Gas Negara (PGAS), salah satu saham yang cukup ‘tahan’ terhadap tekanan pasar. Saham ini relatif ‘hanya’ turun -2%. Kami  perkirakan saham ini akan kembali ke level konsolidasi 2.050. Perlu diperhatikan kecenderungan rendahnya volume perdagangan saham ini. Trading buy.

Disclaimer:


Keputusan untuk melakukan jual, beli atau investasi saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi dan detikFinance tidak bertanggungjawab atas keputusan investasi yang diambil. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads