"Porsi Antam dalam proyek IPP ini sebesar 20%. Sisanya dari partner-partner yang berminat ikut. Saat ini masih dalam pembukaan tender," ujar Direktur Keuangan ANTM, Djaja Tambunan disela acara buka puasa, Jakarta, Selasa
Malam (16/9/2008).
Pada akhir 2009 mendatang, ANTM berencana membangun PLTU dengan kapasitas 2x75 MW senilai US$ 300 juta. Tujuan proyek ini untuk melakukan efisiensi energi perseroan. Targetnya rampung di akhir 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengacu pada komposisi kepemilikan saham dalam proyek ini, ANTM akan merogoh kocek sebesar US$ 60 juta, sisanya dari partner strategis yang sedang dicari perseroan. "US$ 60 juta itu kemungkinan seluruhnya dari kas internal," ujar Djaja.
Sayangnya, ia belum dapat mengungkapkan perusahaan mana saja yang akan masuk sebagai mitra perseroan dalam proyek ini. Namun ia mengatakan tentunya akan ada mitra asing dan lokal.
"Dari listrik yang akan dihasilkan sebesar 150 MW, kebutuhan pabrik kami sekitar 110-120 MW, sisanya mungkin akan dijual ke PLN," ujar Djaja.
Saat ini ANTM juga sedang membidik akuisisi tambang batubara untuk mengamankan pasokan batubara PLTU tersebut. Namun Djaja belum dapat mengungkapkan wilayah mana saja yang sedang dibidik perseroan. "Pastinya tidak terlalu jauh dari lokasi PLTU," elak Djaja. (dro/ddn)











































