Bursa Asia Ikut Berjatuhan

Bursa Asia Ikut Berjatuhan

- detikFinance
Kamis, 18 Sep 2008 07:42 WIB
Bursa Asia Ikut Berjatuhan
Tokyo - Kejatuhan saham-saham di Wall Street langsung diikuti oleh bursa-bursa regional pagi ini. Investor terus melepas saham-saham dan mencari tempat investasi yang lebih aman.

Pada perdagangan Kamis (18/9/2008), bursa-bursa Asia dibuka langsung merosot tajam. Indeks Nikkei-225 di Tokyo tercatat anjlok 304,76 poin (2,59%) ke level 11.445,03 hanya dalam 10 menit awal perdagangan.

Indeks KOSPI Korsel juga dibuka anjlok 39,79 poin (2,7%) ke level 1.385,47. Bursa Australia juga merosot 3,4%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejatuhan ini mengikuti pelemahan bursa Wall Street semalam. Kemarin indeks Dow Jones ambruk hingga 449,36 poin (4,06%) ke level 10.609,66. Nasdaq merosot 109,05 poin (4,94%) ke level 2.098,85 dan Standrad & Poor's merosot 57,20 poin ke level 1.156,39.

Seperti dikutip dari AFP, Bank Sentral Jepang atau bank of Japan (BoJ) kembali menyuntikkan dana hingga miliaran dolar ke pasar uang. Gelontoran dana untuk ketiga kalinya ini mencapai 1,5 triliun yen (US$ 14,4 miliar).

Bank-bank sentral dari berbagai belahan dunia sebelumnya telah menginjeksikan hingga miliaran dolar menyusul kehancuran pasar yang menyebabkan seretnya likuiditas, setelah Lehman Brothers mengumumkan kebangkrutannya.

Ekonom Standart Chartered Bank Fauzi Ichsan mengatakan, kebangkrutan Lehman dan kekhawatiran tentang prospek AIG telah menyebabkan pasar ribut.

"Coba anda bayangkan bagaimana kalau perusahaan besar seperti Lehman Brothers bangkrut dengan kewajiban US$ 600 miliar bagaimana, bahkan sempat dikhawatirkan AIG dengan aset US$ 1 triliun bagaimana kalau dia kolaps? Padahal seminggu yang lalu peringkatnya (AIG) AAA," jelasnya ketika ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (17/9/2008).

"Kejatuhan perusahaan sebesar Lehman Brothers atau AIG menyebabkan keraguan investor sebab pasti counter parties-nya akan mengalami kerugian yang besar, inilah yang selain menyebabkan krisis likuiditas juga menyebabkan nilai saham di dunia jatuh demikian juga dengan Indonesia dan investor akan keluar dari emerging market untuk masuk ke pasar uang," tambahnya lagi.

Menurut Fauzi, sumber permasalahan saat ini sebenarnya adalah masalah global. Negara-negara Asia seperti China, Indonesia, India dan Malaysia sebenarnya memiliki fundamental ekonomi yang kuat, neraca perdagangan kuat dan investasi asing yang naik pesat.

"Tapi kenapa bursa dan mata uang tertekan? jadi ini faktornya yang menjadi intinya adalah AS karena subrpime mortgage dan sekarang dampaknya sudah meluas menjadi besar dan krisis subprime ini sangat parah sekali dan kita tidak tahu kapan ini akan berakhir," paparnya.

(qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads