Pasar Saham Lokal Bisa Kacau Lagi

Pasar Saham Lokal Bisa Kacau Lagi

- detikFinance
Kamis, 18 Sep 2008 07:40 WIB
Pasar Saham Lokal Bisa Kacau Lagi
Jakarta - Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) harus siap-siap menghadapi pergerakan saham yang buruk karena pasar saham dunia kembali kacau setelah sehari sebelumnya tenang sejenak.

Saham-saham di Wall Street kembali rontok karena pelaku pasar khawatir badai di pasar keuangan belum akan berakhir. Upaya penyelamatan raksasa asuransi American International Group (AIG) oleh pemerintah AS juga gagal memberikan sentimen positif.

Alhasil, pada penutupan perdagangan saham Rabu waktu AS (17/9/2008) indeks Dow Jones ambruk hingga 449,36 poin (4,06%) ke level 10.609,66. Nasdaq merosot 109,05 poin (4,94%) ke level 2.098,85 dan Standard & Poor's merosot 57,20 poin ke level 1.156,39.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan Wall Street juga telah diikuti oleh bursa saham Asia yang Kamis pagi ini ikut berguguran seperti indeks Jepang dibuka turun hingga 1,47%.

Kondisi pasar global yang sedang kacau itu bakal sulit dihindari oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Kamis (18/9/2008).

Jika tidak ada upaya penyelematan pembelian saham-saham oleh perusahaan BUMN seperti yang dilakukan Jamsostek pada Selasa lalu (16/9/2008), IHSG bakal meluncur lagi ke zona negatif.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (17/9/2008) IHSG menguat 34,258 poin (1,97%) menjadi 1.769,894.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks masih menguat sebesar 34 poin ke level 1.769 melanjutkan rebound sebelumnya didorong saham pertambangan. Nilai transaksi juga relatif normal mencapai Rp 4 triliun menandakan investor tetap bergairah melakukan akumulasi saham berfundamental bagus namun masih murah. Indeks masih berpeluang menguat di kisaran 1.740-1.790 dengan pilihan saham PTBA, ANTM, INKP, ISAT, dan UNTR.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin berhasil melanjutkan penguatan hari sebelumnya dengan kembali naik hampir 2% ke level 1.769,8 meski disertai dengan indikasi profit taking pada intraday. Penguatan kemarin ditopang oleh reboundnya saham-saham metal mining seperti nickel (INCO & ANTM) dan timah (TINS). Kedua sektor ini memang mengalami koreksi yang paling dalam sejak 2 minggu terakhir. Sementara sektor CPO masih belum mampu bangkit seiring kembali melemahnya harga CPO ke level RM2100.Β 

Sementara bursa US pada perdagangan kemarin kembali mengalami hari yang 'menakutkan' dengan indeks Dow kembali turun 450 poin seiring kembali munculnya kekhawatiran akan kembali munculnya bank investasi yang kolaps setelah bail out yang dilakukan The Fed kepada AIG. Kekacauan pada sektor finansial di US membawa sentimen yang sangat negatif bagi bursa US. Harga minyak sendiri pada perdagangan kemarin ditutup menguat signifikan ke level US$97/barrel. Mayoritas bursa Asia juga dibuka melemah dengan sektor finansial kembali menjadi tersangka utama. Nikkei -2,5%, KOSPI -2%, STI -3,5% dan HSI -3,6%.

Bursa Indonesia sendiri diperkirakan akan kembali mengalami badai profit taking dan berpeluang bergerak melemah seiring dengan bursa Asia dan US. Kembali turunnya harga komoditas juga diperkirakan akan membawa sentimen negatif bagi bursa. Nickel -2,3%, Tin -2,1%, dan CPO kembali melemah ke level RM2029. Sektor mining diperkirakan akan mengalami tekanan paling kuat hari ini, setelah kemarin naik tinggi. Rentang perdagangan indeks akan kembali mencoba support kuat di 1700 dengan resistance 1785. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads