Intikeramik Tunda Lagi Rights Issue Rp 200 Miliar

Intikeramik Tunda Lagi Rights Issue Rp 200 Miliar

- detikFinance
Kamis, 18 Sep 2008 10:17 WIB
Intikeramik Tunda Lagi Rights Issue Rp 200 Miliar
Jakarta - Perusahaan keramik, PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) kembali menunda rencana penerbitan saham terbatas (rights issue) senilai Rp 200 miliar. Kepastian jadwal pelaksanaan aksi tersebut masih belum ditentukan.

"Kelanjutan rencana rights issue hingga saat ini masih belum ada kepastian. Masih dirumuskan kembali. Sepertinya tidak jadi dilaksanakan bulan ini," ungkap Direktur IKAI, Budi Muljono Djunaedy saat dihubungi detikFinance, Kamis (18/9/2008).

Tadinya, IKAI berencana melepas saham baru sebanyak 250 juta saham di harga Rp 800 per saham dengan target perolehan dana sebesar Rp 200 miliar. Sebagai pembeli siaga (standby buyer), perseroan telah menunjuk ILIC Kuwait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penundaan rencana aksi tersebut adalah untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya, IKAI berencana melakukan rights issue triwulan II 2008. Penundaan yang pertama terjadi karena adanya perubahan susunan manajemen ILIC Kuwait yang menyebabkan proses rights issue IKAI hampir batal.

Namun usai RUPS Tahunan yang telah digelar 30 Juni lalu, perseroan menyatakan bahwa rencana rights issue akan tetap dilaksanakan, hanya mengalami perubahan jadwal menjadi September.

Dana rights issue senilai Rp 200 miliar itu rencananya akan digunakan untuk melunasi utang perseroan ke Bank Mandiri yang berjumlah sama.

Jatuh tempo utang tersebut seharusnya pada Juni 2008, sesuai dengan jadwal rights issue sebelumnya. Namun karena jadwal rights issue diundur hingga September, perseroan melakukan perpanjangan waktu jatuh tempo hingga September.

Dengan ditundanya kembali rencana rights issue tersebut, perseroan kini sedang mencari cara melunasi utang ke Bank Mandiri.

"Solusi pelunasan utang masih dibicarakan. Bisa juga kami minta tenggat waktu jatuh tempo, atau bisa juga dilunasi dengan cara lain. Masih dirumuskan," ujar Budi. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads