"Kelanjutan rencana rights issue hingga saat ini masih belum ada kepastian. Masih dirumuskan kembali. Sepertinya tidak jadi dilaksanakan bulan ini," ungkap Direktur IKAI, Budi Muljono Djunaedy saat dihubungi detikFinance, Kamis (18/9/2008).
Tadinya, IKAI berencana melepas saham baru sebanyak 250 juta saham di harga Rp 800 per saham dengan target perolehan dana sebesar Rp 200 miliar. Sebagai pembeli siaga (standby buyer), perseroan telah menunjuk ILIC Kuwait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun usai RUPS Tahunan yang telah digelar 30 Juni lalu, perseroan menyatakan bahwa rencana rights issue akan tetap dilaksanakan, hanya mengalami perubahan jadwal menjadi September.
Dana rights issue senilai Rp 200 miliar itu rencananya akan digunakan untuk melunasi utang perseroan ke Bank Mandiri yang berjumlah sama.
Jatuh tempo utang tersebut seharusnya pada Juni 2008, sesuai dengan jadwal rights issue sebelumnya. Namun karena jadwal rights issue diundur hingga September, perseroan melakukan perpanjangan waktu jatuh tempo hingga September.
Dengan ditundanya kembali rencana rights issue tersebut, perseroan kini sedang mencari cara melunasi utang ke Bank Mandiri.
"Solusi pelunasan utang masih dibicarakan. Bisa juga kami minta tenggat waktu jatuh tempo, atau bisa juga dilunasi dengan cara lain. Masih dirumuskan," ujar Budi. (dro/ir)











































