Saham BUMN Diburu, IHSG Tinggalkan Zona Negatif

Saham BUMN Diburu, IHSG Tinggalkan Zona Negatif

- detikFinance
Kamis, 18 Sep 2008 16:15 WIB
Saham BUMN Diburu, IHSG Tinggalkan Zona Negatif
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa keluar dari tekanan buruknya pasar finansial global. Kenaikan saham-saham BUMN menjadi penyelemat IHSG.

Positifnya IHSG ini karena intitusi besar memanfaatkan posisi saham yang sedang rendah untuk melakukan investasi. Pemerintah juga menganjurkan perusahaan BUMN untuk melakukan buy back di saat harga saham sedang rendah.

Namun kenaikan IHSG ini dinilai bersifat temporer karena ancaman pelemahan pasar finansial global belum berakhir. Pergerakan bursa dunia termasuk IHSG juga masih tetap berkiblat ke Wall Street.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG bisa keluar dari zona negatif berseberangan dengan saham di Wall Street yang turun akibat tumbangnya perusahaan-perusahaan besar di AS seperti Lehman Brothers, AIG dan Merrill Lynch.

Sebagian besar bursa Asia juga masih berjatuhan tapi tidak sedalam perdagangan Kamis siang tadi seperti Hang Seng turun 0,03%, Seoul turun 2,3%, KOSPI turun 2,34%, Nikkei turun 2,2%, Shanghai turun 1,72%, Taiwan turun 2,74%. Sedangkan STI Singapura juga mulai rebound dengan naik 0,32%.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis (18/9/2008) naik 17,779 poin (1%) menjadi 1.787,673. Sebelumnya pada sesi I, IHSG terpukul jatuh 57,010 poin (3,22%) menjadi 1.712,884.

Indeks LQ-45 naik 5,632 poin (1,59%) menjadi 360,724 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 5,436 poin (2,01%) menjadi 275,309.

Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 89.474 kali, dengan volume 5,547 miliar unit saham, senilai Rp 5,098 triliun. Sebanyak 67 saham naik, 97 saham turun dan 75 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 230 menjadi Rp 1.460, Timah (TINS) naik Rp 120 menjadi Rp 1.520, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 140 menjadi Rp 2.150, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 700 menjadi Rp 9.600 dan International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 500 menjadi Rp 2.975.

Sedangkan saham-saham yang jeblok harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 3.225, Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) turun Rp 50 menjadi Rp 1.470, Astra Internasional (ASII) turun Rp 150 menjadi Rp 16.800.

Berikut analisis eTrading Securities:

IHSG menjadi satu-satunya indeks yang ditutup menguat di antara indeks regional lainnya selain Hang Seng. Indeks lagi-lagi ditutup menguat untuk ketiga harinya secara berturut-turut ke level 1.787,673 (+1,00%) dengan nilai transaksi mencapai Rp5 trilliun.

Sejak awal perdagangan, indeks selalu berada di area negatif, namun pada sesi kedua indeks dapat menembus area positif 1 jam sebelum penutupan. Saham agri yang kemarin menjadi satu-satunya sektor yang menahan laju indeks hari ini ditutup menguat, walaupun harga CPO keep getting lower hingga mencapai RM2.029 (harga pembukaan di Malaysia), namun bila dihitung YTD +52,1%.

Sektor lain yang menguat yaitu perdagangan, infrastruktur, dan pertambangan. Perusahaan nikel (INCO & ANTM) mencatat kenaikan terbesar (20,2% dan 18,69%) hari ini. Naiknya harga kedua saham ini disebabkan investor menilai harganya sudah undervalue disamping adanya rencana buyback oleh perseroan. Sementara saham BNII yang baru saja diperdagangakan kembali sejak 3 Juli ditutup (-10,86%) ke Rp410.


(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads