Wall Street Catat Hari Paling Bergejolak

Wall Street Catat Hari Paling Bergejolak

- detikFinance
Jumat, 19 Sep 2008 07:03 WIB
Wall Street Catat Hari Paling Bergejolak
New York - Pergerakan saham-saham di Wall Street mencatat hari yang paling penuh gejolak. Sempat menguat tajam, minus namun akhirnya naik tajam lagi.

Pada perdagangan Kamis (18/9/2008), bursa saham di Wall Street dibuka naik berkat pengumuman dari Bank Sentral AS (Federal Reserve) tentang gelontoran dana hingga US$ 180 miliar untuk menyelamatkan likuiditas pasar. Dana itu merupakan bagian dari komitmen US$ 300 miliar yang akan digelontorkan oleh bank sentral di seluruh dunia untuk mengatasi krisis likuiditas.

Saham-saham selanjutnya melemah, setelah munculnya kekhawatiran baru tentang kondisi bank-bank besar dan perusahaan sekuritas lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun saham-saham menguat setelah munculnya laporan bahwa Menkeu AS Henry Paulson akan segera mengumumkan rencana untuk membentuk sebuah lembaga baru yang menyerupai 'Resolution Trust Corp' yang dibentuk untuk mengatasi simpan pinjam yang bermasalah pada tahun 1980-an.

Indeks Dow Jones akhirnya ditutup melonjak 410,03 poin (3,86%) ke level 11.019,69. Nasdaw naik 100,25 poin (4,78%) ke level 2.199,10 dan Standard & Poor's naik 50,12 poin (4,33%) ke level 1.206,51.

"Ini adalah sebuah pergerakan roller-coaster yang sangat besar. Saya tidak yakin pernah melihat gejolak seperti ini," ujar Andy brooks, kepala perdagangan T. Rowe Price seperti dikutip dari AFP, Jumat (19/9/2008).

"Beberapa perusahaan bergerak hingga 50% hanya dalam sehari dan Anda belum pernah melihat yang seperti ini semenjak crash pada tahun 1987. Ini adalah sebuah kegugupan, dan misinformasi," imbuhnya.

Analis dari Briefing.com mengatakan, lonjakan harga saham-saham terjadi setelah CNBC melaporkan bahwa pemerintah berencana memecahkan krisis finansial terkini dengan menggunakan metode yang sama dengan tahun 1980-an.

Langkah dari regulator Inggrus yang melarang short selling -- sebuah model untuk menghukum perusahaan yang bermasalah --- memunculkan harapan bahwa regulator lain akan melakukan hal yang sama.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads