Pada perdagangan Kamis (18/9/2008), bursa saham di Wall Street dibuka naik berkat pengumuman dari Bank Sentral AS (Federal Reserve) tentang gelontoran dana hingga US$ 180 miliar untuk menyelamatkan likuiditas pasar. Dana itu merupakan bagian dari komitmen US$ 300 miliar yang akan digelontorkan oleh bank sentral di seluruh dunia untuk mengatasi krisis likuiditas.
Saham-saham selanjutnya melemah, setelah munculnya kekhawatiran baru tentang kondisi bank-bank besar dan perusahaan sekuritas lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Dow Jones akhirnya ditutup melonjak 410,03 poin (3,86%) ke level 11.019,69. Nasdaw naik 100,25 poin (4,78%) ke level 2.199,10 dan Standard & Poor's naik 50,12 poin (4,33%) ke level 1.206,51.
"Ini adalah sebuah pergerakan roller-coaster yang sangat besar. Saya tidak yakin pernah melihat gejolak seperti ini," ujar Andy brooks, kepala perdagangan T. Rowe Price seperti dikutip dari AFP, Jumat (19/9/2008).
"Beberapa perusahaan bergerak hingga 50% hanya dalam sehari dan Anda belum pernah melihat yang seperti ini semenjak crash pada tahun 1987. Ini adalah sebuah kegugupan, dan misinformasi," imbuhnya.
Analis dari Briefing.com mengatakan, lonjakan harga saham-saham terjadi setelah CNBC melaporkan bahwa pemerintah berencana memecahkan krisis finansial terkini dengan menggunakan metode yang sama dengan tahun 1980-an.
Langkah dari regulator Inggrus yang melarang short selling -- sebuah model untuk menghukum perusahaan yang bermasalah --- memunculkan harapan bahwa regulator lain akan melakukan hal yang sama.
(qom/qom)











































