Review IHSG: Komoditas Diborong

Review IHSG: Komoditas Diborong

- detikFinance
Jumat, 19 Sep 2008 17:07 WIB
Review IHSG: Komoditas Diborong
Jakarta - Pulihnya bursa regional dan Wall Street kemarin membawa angin segar ke lantai bursa Indonesia. IHSG pun mencatat kenaikan besar hingga 100 poin lebih. Saham-saham komoditas kembali diborong.

Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:

Pada penutupan akhir pekan, indeks menguat tajam 104,059 poin ke level tertingginya 1.891,732 (+5.82%) sejak 10 September 2008 dengan total nilai transaksi sebanyak Rp 7,233 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penguatan tajam indeks dipicu membaiknya kepercayaan pasar setelah pada hari kamis kemarin, The Fed mengucurkan lebih dari US$300 miliar untuk menyelamatkan kekhawatiran pasar keuangan dunia terkait potensi ambruknya sejumlah bank investasi, setelah Lehman Brothers diantaranya AIG dan rencana merger Morgan Stanley dengan Halifax Bank of Scotland (HBOS Plc), Inggris, membawa semua sektor di bursa ditutup di teritori positif dengan rata-rata kenaikan 2-10%.

Sementara itu, naiknya harga minyak dunia ke US$98/barrel ikut menyeret kenaikan harga minyak sawit ke level RM 2.185 (7.1%), membuat pasar diwarnai aksi beli besar-besaran atas sejumlah saham-saham komoditas. Saham PGAS mengalami kenaikan 9.30% ke Rp 2.350 setelah memenangkan kontrak tiga tahun senilai Rp 1.7 triliun dari unit PLN
 
Saham-saham yang menjadi top gainers: BUMI (+22.48%) Rp 3.950, ITMG (+13.98%) Rp 21.600, ASII (+7.73%) Rp 18.100, AALI (+8.52%) Rp 14.000, PTBA (+9.37%) Rp 10.500, BBRI (+7.69%) Rp 5.600, TLKM (+2.98%) Rp 6.900
 
Saham-saham yang menjadi top losers: EXCL (-5.68%) Rp 2.075, UNVR (-1.44%) Rp 6.800, GGRM (-0.80%) Rp 6.200, BLTA (-1.45%) Rp 1.350, APEX (-1.08%) Rp 2.275, CTRA (-1.25%) Rp 395.
 
In-line dengan pergerakan indeks, rupiah ditutup menguat 0.7% ke level Rp 9.370 setelah BI selama 4 hari berturut-turut melakukan intervensi pasar akibatnya cadangan devisa merosot US$1.2 bn dari US$58 ke US$57 pada posisi 5 September.
 
 

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads