Bush Siapkan Rencana Penyelamatan Massal Krisis Finansial AS

Bush Siapkan Rencana Penyelamatan Massal Krisis Finansial AS

- detikFinance
Sabtu, 20 Sep 2008 11:12 WIB
Bush Siapkan Rencana Penyelamatan Massal Krisis Finansial AS
Washington DC - Presiden George Walker Bush menyiapkan sebuah rencana penyelamatan massal untuk mengatasi krisis finansial AS. Rencana bernilai ratusan miliaran dolar itu sukses mengangkat Wall Street dari kejatuhan yang dalam.

Pada perdagangan Jumat (19/9/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melonjak 368,75 poin (3,35%) ke level 11.388,44. Nasdaq naik 74,80 poin (3,40%) 2.273,90, Standard & Poor's 500 naik 48,57 poin (4,03%) ke level 1.255,08.

Ini adalah kenaikan kedua, setelah sebelumnya Wall Street dilanda aksi jual besar-besaran menyusul tsunami pasar finansial yang sudah merenggut banyak korban. Kebangkrutan Lehman dan pengambilan Merrill Lynch oleh Bank of America membuat investor panik sejak awal pekan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Wall Street sepertinya sudah membalikkan sisi. Pasar mereaksi pada apa yang disebut sebagai sebuah paket yang didesain untuk mengatasi masalah dari jantung krisis finansial dan mengurangi ketakutan," kata Fred Dickson dari DA Davidson & Co seperti dikutip dari AFP, Sabtu (20/9/2008).

Menteri Keuangan AS Henry Paulson mengatakan, rencana penyelamatan massal itu sedang disusun oleh Bank Sentral (Federal Reserve) dan pemimpin kongres. Rencana yang ditujukan untuk mengurangi aset-aset 'beracun' dari sektor perbankan itu diperkirakan menelan dana hingga ratusan miliaran dolar AS.

Presiden Bush sudah mengirimkan detail rencana penyelamatan massal itu ke Kongres pada Jumat petang.

"Ini adalah momen paling penting bagi perekonomian Amerika. Pemerintah seharusnya mengintervensi pasar hanya jika diperlukan, namun dengan kondisi pasar finansial terkini yang cukup berbahaya dan pentingnya kehidupan masyarakat AS, intervensi pemerintah tak hanya diperlukan, tapi sangat penting," ujar Bush.

Rincian langkah penyelamatan itu akan diumumkan lebih lanjut. Namun presiden Bush mengatakan, pemerintah akan mengeluarkan aset tidak likuid seperti mortgage yang bermasalah dari bank dan institusi finansial lainnya.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads