Tren Bullish Indo Tambangraya

Rekomendasi Saham

Tren Bullish Indo Tambangraya

- detikFinance
Senin, 22 Sep 2008 09:22 WIB
Tren Bullish Indo Tambangraya
Jakarta - Saham-saham tambang kembali dilirik pelaku pasar setelah dalam dua pekan terakhir terpeleset turunnya harga minyak dunia. Saham Indo Tambangraya Megah dalam tren menguat atau bullish.   

Panin Sekuritas dalam laporan Senin (22/9/2008) mengulas sepanjang pekan lalu IHSG bergerak menguat +4.86% didorong oleh sentimen positif dari penyelamatan AIG, kemudian suntikan The Fed, ECB, dan BoJ terhadap pasar finansial global, serta dari dalam negeri adalah langkah BI menurunkan bunga overnight repo terkait dengan likuditas ketat. Selain itu, harga komoditas crude oil, coal, dan CPO juga terlihat rebound.

Hari ini kami perkirakan IHSG akan kembali bergerak menguat, saham unggulan terlihat masih akan menguat, melanjutkan rebound yang terjadi pekan lalu. Resistance harian berada pada 1.945. Sementara level psikologis pada pekan ini adalah 2.035. Level support berada di 1.807.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut analisa teknikal dua saham di Bursa Efek Indonesia:

Indo Tambangraya Megah (ITMG), pada hari Jumat membentuk candlestick bullish engulfing. Pola tersebut menunjukkan minat beli mendominasi perdagangan. Pola tersebut juga mengindikasikan kemungkinan terjadinya bullish dalam jangka pendek. Indikator teknikal juga mengkonfirmasikan saham ini masih dapat bergerak naik. Hari ini kami perkirakan ITMG akan menguji level resistance 23.500. Trading buy.

Telkom (TLKM), berada dalam tren menguat (reversal) untuk jangka pendek. Kami perkirakan saham ini akan bergerak menuju 7.200-an. Jika berhasil menembus, diperkirakan TLKM akan dapat kembali ke level konsolidasi lama di 7.450-7.700. Indikator momentum masih berada dalam area negatif, sementara indikator RSI menunjukkan arah menguat. Trading buy.

Disclaimer:

Keputusan untuk melakukan jual, beli atau investasi saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi dan detikFinance tidak bertanggungjawab atas keputusan investasi yang diambil. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads