Untuk kenaikan saham-saham perbankan bisa menjadi penopang IHSG dikala pasar sedang fluktuatif. Pelaku pasar masih cukup takut melakukan pembelian dalam jumlah besar karena kondisi pasar global yang masih volatil.
Pada penutupan perdagangan saham, Senin (22/9/2008) IHSG naik tipis 5,610 poin (0,3%) menjadi 1.897,341. Indeks LQ-45 naik 1,582 poin (0,41%) menjadi 389,083 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,218 poin (0,07%) menjadi 293,174.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguatan bursa regional ini terimbas dari upaya pemerintah AS yang akan membuat program penyelamatan krisis senilai US$ 700 miliar untuk meredam kekacauan pasar finansial AS yang bisa berimbas ke pasar global.
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia mencatat transaksi sebanyak 79.393 kali, dengan volume 4,818 miliar unit saham, senilai Rp 5,744 triliun. Sebanyak 72 saham naik, 102 saham turun dan 65 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 50 menjadi Rp 2.400, Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) naik Rp 40 menjadi Rp 1.650, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 300 menjadi Rp 5.900, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 75 menjadi Rp 3.250, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 125 menjadi Rp 2.800.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya adalah, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 25 menjadi Rp 3.925, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 40 menjadi Rp 1.510, Timah (TINS) turun Rp 50 menjadi Rp 1.660.
(ir/ir)











































