Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/9/2008), perseroan menyampaikan telah melakukan buy back atas obligasi yang jatuh tempo 2010 sebesar US$ 65,253 juta dan obligasi yang jatuh tempo 2012 sebesar US$ 140,590 juta.
Buy back obligasi tersebut dilakukan terkait adanya perubahan pemegang saham perseroan setelah Qatar Telecom mengambil alih 40,81% saham perseroan.
Semula, anggaran yang disiapkan untuk buy back obligasi mencapai US$ 550 juta. Anggaran tersebut bagian dari anggaran yang disiapkan ISAT tahun ini sebesar US$ 1,95 miliar. Rinciannya, sebesar US$ 550 juta untuk buy back obligasi dan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar US$ 1,4 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT










































