Harga Minyak Hantui IHSG

Harga Minyak Hantui IHSG

- detikFinance
Selasa, 23 Sep 2008 07:37 WIB
Harga Minyak Hantui IHSG
Jakarta - Pasar saham akan dibayangi sentimen kenaikan harga minyak yang sangat tinggi hingga US$ 16 menjadi US$ 120 per barel. Secara umum kenaikan harga minyak akan memukul perekonomian tetapi di lain pihak kenaikan ini memberikan berkah ke emiten tambang.

Alhasil, pada perdagangan saham Selasa (23/9/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami tarik menarik yang kuat antara sisi negatif dan positif yang dipacu oleh emiten tambang.

Emiten sektor tambang selalu mendapat keuntungan dari tingginya harga minyak dunia karena kinerja pendapatannya akan kembali terdongkrak jika harga minyak tinggi. Begitu pula dengan saham-saham komoditas di sektor perkebunan yang biasanya akan mengikuti arah harga minyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun anjloknya saham di Wall Street pada perdagangan Senin waktu AS (22/9/2008) akan membuat pelaku pasar waspada. Indeks Dow Jones merosot 372,75 poin (3,27%) ke level 11.015,69, Nasdaq tertebas 94,92 poin (4,17%) ke level 2.178,98 dan Standard & Poor's 500 anjlok 47,99 poin ke level 1.207,09.

Saham di Wall Street anjlok karena sentimen negatif harga minyak, melemahnya dolar AS dan kecemasan akan krisis finansial yang belum ketahuan akhirnya.

Harga minyak mentah terus melonjak seiring dengan anjloknya dolar AS hingga 2% atas euro. Pelemahan dolar AS diakibatkan oleh kekhawatiran investor tentang dampak rencana penyelamatan massal senilai US$ 700 miliar yang diumumkan pemerintah AS.

Sedangkan pada penutupan perdagangan saham, Senin kemarin (22/9/2008) IHSG naik tipis 5,610 poin (0,3%) menjadi 1.897,341.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities


Indeks akhirnya ditutup menguat tipis 5 poin ke posisi 1.897 dari sebelumya sempat menyentuh 1.934 akibat aksi profit taking dari sektor pertambangan yang telah rally membawa indeks naik beberapa hari sebesar 300 poin. Investor cenderung memilih cash dengan mulai melepas portofolionya karena antisipasi libur panjang Idul Fitri agar terhindar dari risiko fluktuasi bursa luar negeri. Penguatan indeks masih terbuka dikisaran 1.870-1.950 dengan pilihan saham: AALI, HEXA, PGAS, LSIP dan TINS.

eTrading Securities


Bursa Indonesia pada perdagangan awal pekan kemarin bergerak cukup volatile akibat adanya aksi profit taking yang menerpa saham-saham mining yang telah menguat signifikan selama 3 hari terakhir. Indeks masih berhasil ditutup di teritori positif dengan menguat tipis 5,6 poin di level 1897. Investor juga terlihat mulai melakukan cash-out pada portfolionya untuk mengantisipasi libur panjang Idul Fitri pekan depan. Sektor finance terlihat Outperform kemarin dengan penguatan pada BBRI (+5,3%) dan BMRI (+4,6%).

Sementara bursa US sendiri pada perdagangan semalam ditutup melemah akibat sentimen negatif dari lonjakan harga minyak dunia dan isu di sektor finansial. Morgan Stanley dan Goldman Sachs akan beralih menjadi bank komersial dari sebelumnya bank investasi yang memberi sentimen sangat negatif pada bursa US, sebagai pertanda akan kejatuhan Wall Street. Dow ditutup -3,27%, sementara harga minyak pada perdagangan kemarin melonjak menyentuh level US$ 120/barrel akibat ulah spekulan pada beberapa kontrak minyak yang akan segera expired. Terkait hal ini, bursa Asia mayoritas dibuka mixed dengan kecenderungan melemah seiring sentimen negatif dari sektor finansial US.

Bursa Indonesia sendiri diperkirakan justru malah akan menguat dengan didorong sentimen kenaikan harga minyak yang menjadi sentimen positif pada sektor mining dan komoditas. Emiten batubara diperkirakan akan menguat hari ini seiring lonjakan harga minyak diikuti dengan kenaikan harga batubara di pasar eropa. CPO dan metal commodities lainnya juga turut menguat. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1850 - 1924.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads